Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 08:14 WIB
 

Dikritik Media Rusia, Ini Kata Tsamara Soal Putin

Oleh : Ajat M Fajar | Jumat, 6 April 2018 | 15:30 WIB
Dikritik Media Rusia, Ini Kata Tsamara Soal Putin
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany Alatas - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany Alatas angkat bicara terkait protes salah satu media Rusia, Russia Beyond The Headline (RBTH) lewat media sosial melalui akun Twitter @RBTH Indonesia terkait komentarnya terkait Presiden Vladimir Putin.

Tsamara mengaku tak mau ambil pusing terkait protes RBTH tersebut kepadanya. Sebab apa yang disampaikannya tersebut sesuai dengan kondisi dan fakta yang ada.

"Saya sangat memahami keberatan RBTH. Sebagaimana tercantum dalam laman FBnya, RBTH adalah sarana kampanye Rusia di dunia internasional. Karena itu, sangat wajar bila RBTH wajib membela citra Putin di dunia internasional," kata Tsamara dalam keterangan persenya, Jumat (6/4/2018).

Dia menjelaskan, jika pernyataanya terkait Presiden Putin itu ditujukan kepada Waketum Partai Gerindra Fadli Zon dan bukan untuk publik internasional khususnya masyarakat Rusia.

Sebab saat itu Fadli menyatakan masyarakat Indonesia membutuhkan sosok Presiden Putin untuk menggantikan pemimpin 'planga plongo' yang diarahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Seperti dikatakan dalam status RBTH, tentu saja Fadli berhak untuk mengagumi Putin. Tapi saya juga wajib mengingatkan masyarakat Indonesia bahwa pemimpin seperti Putin bukanlah pemimpin yang layak bagi Indonesia yang saat ini berkomitmen memperjuangkan demokrasi dan memerangi korupsi," katanya.

Tsamara mengaku dirinya menyapaikan hal itu bukan berarti dirinya anti rakyat Rusia yang memiliki peradaban luar biasa. Sebab hal yang sama juga dilakukan beberapa orang ketika mengkritik Donald Trump dan cara-caranya memenangkan pemilu dengan menggunakan politik identitas. Sehingga kritikan itu bukan berarti publik membenci rakyat Amerika Serikat.

"Penilaian tentang kualitas Putin yang diktator, otoriter dan membiarkan korupsi terorganisir sudah banyak dikemukakan media dan lembaga-lembaga riset ternama di negara-negara demokratis dunia. Saya hanya merujuk pada analisis-analisis tersebut. Misalnya, survei The Economist tahun 2017 masih menempatkan Rusia sebagai negara dengan rezim otoritarian," ungkapnya.

Sebelumnya, RBTH yang merupakan sebuah penghubung antara masyarakat Rusia dan khalayak asing mengkritik pernyataan Tsamara terkait komentarnya soal Presiden Vladimir Putin.

RBTH meminta agar Tsamara lebih bijaksana dalam mengomentari negara lain, terlebih pengetahuannya sangat minim.

"Kami lihat, Anda punya karier yang sedang naik. Karena itu, kami harap Anda bisa lebih bijaksana ke depannya ketika mengomentari negara lain, apalagi jika pengetahuan Anda tentang negara itu sangat minim. Jika itu kebetulan tentang Rusia, silakan cari tahu banyak hal dari kami."

Soal tindakan korupsi yang disebut Tsamara dibiarkan begitu saja, RBTH memberikan sebuah data.

"Tahukah Anda bahwa di Rusia pernah terjadi penangkapan pejabat secara massal sepanjang sejarah pasca-Soviet. Rusia pernah menghukum 8.800 pegawai negeri Rusia karena kasus korupsi (dalam tempo satu tahun). Banyak? Ya, tentu. Tapi bukan berarti kami MEMBIARKAN sama sekali.

Di Rusia memang ada korupsi, dan ya, besar. Itu betul. Peringkat kami di bawah Indonesia, itu juga betul. Namun, bukan berarti kami tidak melawan korupsi dan membiarkannya begitu saja seperti yang Anda katakan. Ini bukan pernyataan yang main-main."

RBTH menilai, bahwa Tsamara harus lebih banyak belajar dan melakukan riset, tidak sembarangan bicara.

"Kami pikir, Anda perlu lebih banyak riset soal negara kami. Kami tidak ikut campur dengan politik Indonesia. Kalau ada politikus Indonesia yang mengidolakan pemimpin kami, kami bisa apa? Anda bisa juga berdiskusi dengan @RusEmbJakarta untuk tahu lebih banyak tentang negara kami."

RBTH mengaku kecewa dengan pernyataan Tsamara itu, yang tentu hal itu menunjukkan ketidakdewasaan dalam berpikir.

"Pernyataan Anda juga sangat disayangkan karena hubungan antara kedua negara kita sangat baik. Anda mungkin bisa tidak sepakat dengan @fadlizon, tapi pernyataan Anda sebagai seorang politikus muda menunjukkan ketidakdewasaan."

Setelah itu, RBTH memberikan klarifikasi itu tidak memihak siapapun, bahkan RBTH menilai itu akan berakibat buruk dalam hubungan kedua belah pihak antara Rusia dan Indonesia.

Kami tidak membela siapa pun, termasuk @fadlizon atau bahkan Presiden Putin. Namun, pernyataan Anda tentang negara kami, bahwa di Rusia tidak ada kebebasan beraspirasi seperti di Indonesia, ini menunjukkan kedangkalan wawasan.

Selamat malam @TsamaraDKI. Kami Russia Beyond, media Rusia yang (salah satunya) dalam bahasa Indonesia. Kami pikir di sini ada kesalahpahaman soal pengetahuan Anda tentang politik dan bahkan sistem pers di Rusia. Ini sangat disayangkan sekali."

Diketahui, beberapa waktu lalu Wakil DPR RI, Fadli Zon menuliskan cuitan yang memuji kepemimpinan Vladimir Putin usai berhasil memenangkan pemilu Rusia.[jat]

Komentar

x