Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 April 2018 | 00:08 WIB
 

Warok Titip Gus Ipul-Puti Lestarikan Budaya Reog

Oleh : - | Kamis, 5 April 2018 | 09:33 WIB
Warok Titip Gus Ipul-Puti Lestarikan Budaya Reog
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Ponorogo - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno terus bergerak di Mataraman untuk memperkuat arus dukungan. Selesai dari Trenggalek dan Pacitan, kandidat nomor urut 2 itu melakukan kampanye di Ponorogo.

Di Ponorogo, Puti disambut kesenian Reog. Itu terjadi tiga kali. Saat panen durian di Agro Wisata Kampung Durian, Desa Ngrogung, Ngebel. Lalu ketika panen padi bersama petani di Desa Pondok, Babadan.

Penyambutan Reog Ponorogo juga dilakukan di Rapat Kerja PDI Perjuangan (PDIP) Ponorogo di Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung. Di pertemuan itu, seorang tokoh Reog Ponorogo menitipkan mandat pelestarian kesenian tradisional itu kepada Puti Guntur dan Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

"Seorang warok itu bicara apa adanya. Ceplas-ceplos. Mbak Puti ini perempuan berani, tegas dan mempunyai aura yang kuat menjadi seorang pemimpin. Karena berwibawa dan berani seperti Bung Karno, kakeknya," kata Mbah Purnomo.

Kepada Gus Ipul dan Puti, jika terpilih dalam Pilgub Jawa Timur, Purnomo menitipkan nasib reog Ponorogo. "Reog ini kesenian yang tersebar di mana-mana. Bahkan sampai luar negeri. Sampai-sampai ada negara yang mengaku-aku memiliki kesenian Reog yang asalnya dari Ponorogo," ujarnya.

"Jadi Mbak Puti, tolong kesenian Reog ini dilindungi dan dilestarikan. Jangan sampai punah. Jangan sampai diambil negara lain," imbuhnya.

Cucu Bung Karno itu menyanggupi mandat yang diberikan untuk Gus Ipul dan dirinya itu. "Ini tugas kami untuk melindungi, menjaga dan melestarikan kesenian yang lahir dan hidup di Jawa Timur," tegasnya.

Mantan anggota DPR RI itu mengakui eksistensi Reog Ponorogo. Di banyak daerah di Jawa Timur, banyak muncul grup-grup reog. "Bahkan sampai ke mancanegara pun kenal dan memelihara kesenian reog. Semoga ke depan Reog Ponorogo semakin tumbuh kuat sebagai bagian dari jati diri bangsa," katanya. [beritajatim]

Komentar

 
Embed Widget

x