Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 13:09 WIB

Ibas Prihatin Atas Pemecatan dr Terawan

Rabu, 4 April 2018 | 23:18 WIB

Berita Terkait

Ibas Prihatin Atas Pemecatan dr Terawan
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono prihatin dengan kasus pemecatan Mayor Jenderal (Mayjen) TNI dr Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dianggap telah melanggar kode etik.

Ibas, sapaan akrab Edhie Baskoro berharap permasalahan pemecatan dokter Terawan jangan sampai menimbulkan keresahan di masyarakat khususnya ribuan pasien yang telah menjalani pengobatan dengan metode brain wash atau cuci otak

"Jika benar seperti ini, sungguh TERLALU!, semestinya Dokter Terawan dapatkan gelar tanda jasa bukan justru dipecat. Aneh bin ajaib persaingan masa kini," kata Ibas dari akun Instagram @ibasyudhoyono, Rabu (4/4/2018).

Dilanjutkan Ibas, pemecatan tersebut menjadi pertanyaan besar karena Dokter Terawan dikenal tidak doyan duit." #SaveDokterTerawan dipecat dari IDI, Dokter Terawan Dikenal Tak Doyan Duit dan Tangani 40 Ribu Pasien," lanjutnya.

Setelah dikonfirmasi, Ibas juga mengatakan, justru pemecatan tersebut menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Oleh karenanya, Ibas berharap penyelesaian masalah tersebut seharusnya menjadi momentum kemajuan di dunia kedokteran.

"Organisasi profesi IDI harus tetap menjalankan fungsi dan perannya bersama pemerintah, menciptakan inovasi pengobatan pasien yang efisien, aman dan terjangkau untuk masyarakat Indonesia. Teknik dan metode pengobatan yang dikembangkan doker Terawan bisa dikembangkn secara ilmiah dan sesuai dengan SOP dunia kedokteran," harapnya.

Ibas juga berpesan, masyarakat harus diberikan penjelasan dibalik pemecatan dokter Terawan karena sudah terlanjur menjadi konsumsi publik.

"IDI sudah seharusnya memberi klarifikasi ada alasan apa dibalik pemecatan dokter Terawan, jangan sampai menjadi bola liar di masyarakat, akibatnya nanti masyarakat tidak lagi percaya dengan profesi dokter yang baik dan punya jiwa melayani," tandasnya. [ton]

Komentar

x