Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 18:22 WIB

Reaksi Tsamara yang Disuruh Belajar oleh Fadli

Oleh : Ajat M Fajar | Rabu, 4 April 2018 | 16:36 WIB
Reaksi Tsamara yang Disuruh Belajar oleh Fadli
Tsamara Amany dan Fadli Zon - (Foto: Riset)

INILAHCOM, Jakarta - Adu pendapat antara Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon terus bergulir.

Setelah sebelumnya Tsamara meminta Fadli menjelaskan soal makna tweetnya soal pemimpin planga plongo dan Vladimir Putin, kini Fadli Zon meminta kepada seluruh pengurus DPP PSI yang mengkritiknya untuk kembali belajar Bahasa Indonesia.

Alasannya, cuitan di akun Twitter Fadli, dirasa tidak menyinggung pemimpin siapa pun.

Menganggapi hal tersebut, Tsamara menegaskan kembali jika Indonesia tidak membutuhkan pemimpin seperti Vladimir Putin seperti yang disampaikan oleh Fadli Zon.

"Alhamdulillah bahasa Indonesia saya cukup baik untuk dapat menyimpulkan bahwa negeri ini tak butuh pemimpin seperti Putin. Sayang sekali ya Pak Fadli meminta saya belajar bahasa Indonesia, tapi tak mau berdiskusi secara terbuka soal ini," kata Tsamara dalam keterangannya, Rabu (4/4/2018).

Dia menjelaskan, kritikannya kepada kicauan Fadli sebagai sebuah kontrol politik. Sebab Fadli berbicara sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dan Waki Ketua DPR yang melekat kepadanya.

Sehingga Fadli diharapkan tidak membuat publik semakin bingung terkait dengan pendapatnya di media sosial (medsos) tersebut.

"Padahal ini kan bagian dari mencerdaskan publik. Apalagi Pak Fadli adalah seorang pimpinan DPR RI yang notabene adalah pejabat publik," katanya.

Sebelumnya, Fadli melalui akun jejaring sosial Twitter miliknya @fadlizon mencuitkan soal Indonesia yang membutuhkan sosok pemimpin seperti Vladimir Putin.

"Klu ingin bangkit n jaya, RI Butuh pemimpin spt Vladimir Putin: berani, visioner, cerdas, berwibawa, enggak byk ngutang, nggak planga plongo," cuit Fadli di akun @fadlizon seperti yang di kutip Tribunnews.com.

Cuitannya pun dikecam oleh kader PSI. Kemudian, Fadli menantang seluruh fungsionaris PSI untuk berdiskusi dengan dirinya.

"Belajar dulu bahasa Indonesia, lihat Twitter saya yang baik, baca. Kalau perlu penjelasan, saya ajak diskusi, satu rombongan mereka, nggak usah satu-satu," ujar Fadli saat di temui di gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (2/4/2018).

Fadli mengatakan jika cuitnya tersebut tidak bermasud menyinggung siapapun dan tidak ditujukan kepada seseorang.

"Baca saja tweetnya, saya enggak menyinggung siapa pun, saya bilang kita membutuhkan pemimpin seperti Putin," ujar Fadli.[jat]

Tags

Komentar

x