Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 April 2018 | 00:02 WIB
 

Bareskrim Klaim Stok Sabu di Jakarta Menipis

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 3 April 2018 | 17:33 WIB
Bareskrim Klaim Stok Sabu di Jakarta Menipis
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Bareskrim Polri menyebut bandar narkoba mulai takut masuk ke wilayah Indonesia pascapenangkapan 1,6 ton sabu di Perairan Batam beberapa waktu lalu.

Itu karena aparat gabungan rutin melakukan operasi skala besar di perairan Aceh hingga Batam usai pengungkapan itu.

"Mungkin sindikat jaringan takut dia. Mungkin sekarang dia juga mapping kita. Sekarang dari pantai Aceh hingga Batam dipatroli skala besar sehingga mereka (jaringan sindikat narkoba) tak berani masuk," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto, Selasa (3/4/201).

Eko juga menyebut stok sabu di wilayah Jakarta semakin menipis. "Stok sabu yang di Jakarta menipis karena ada yang ketangkap 1,6 ton," ujarnya.

Indikasi menipisnya stok sabu itu dapat dilihat dari penurunan tren peredaran narkoba dalam dua bulan terakhir. Selain itu, harga di sabu di pasaran juga semakin naik.

"Dua bulan terakhir dibandingkan dua bulan yang lalu memang mengalami penurunan sekarang. Memang kalau kita lihat, kita ambil secara logika harga ekstasi di pasaran harga sabu di pasaran, harga sabu di pasaran naik ini kecuali yang dari Sumatera karena itu masuk dari laut, dari nelayan Penang ke Aceh, Johor ke Bengkalis," ungkap Eko. [ton]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x