Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 April 2018 | 00:03 WIB
 

Selundupkan Sabu dalam Pembalut Diamankan Petugas

Oleh : - | Senin, 2 April 2018 | 15:36 WIB
Selundupkan Sabu dalam Pembalut Diamankan Petugas
(Foto: BeaCukai)

INILAHCOM, Kota Tangerang - Bea Cukai Soekarno-Hatta bekerja sama dengan Kepolisian Resor (Polres) Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan penyelundupan methamphetamine atau sabu seberat 666 gram yang disembunyikan di dalam pembalut wanita.

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Erwin Situmorang, menjelaskan kronologi penindakan yang bermula dari analisis petugas atas data manifes penumpang pesawat KLM Royal Dutch KL 809 rute Kuala Lumpur-Jakarta, Minggu 4 Maret 2018 yang lalu.

"Dari hasil analisis tersebut, petugas mengamankan dua orang penumpang wanita warga negara Indonesia berinisial RC (40 tahun) dan NO (20 tahun) untuk diperiksa secara mendalam. Dari hasil pemeriksaan badan (body searching), petugas mendapati RC dan NO menyembunyikan serbuk putih yang diduga methamphetamine di dalam pembalut yang mereka kenakan dengan berat masing-masing 310 gram dan 356 gram," jelasnya.

Berdasarkan keterangan, kedua tersangka memperoleh barang tersebut dari seorang berkebangsaan Afrika di Malaysia dan mereka diperintahkan untuk membawa barang tersebut ke Jakarta. Selanjutnya atas temuan tersebut, petugas segera berkoordinasi dengan Polres Bandara Soekarno-Hatta untuk bersama-sama melakukan controlled delivery dan pengembangan kasus.

Adapun dari hasil pengembangan kasus yang dilakukan, tim gabungan Bea Cukai dan Polres Bandara Soekarno-Hatta berhasil meringkus 5 orang tersangka lainnya yang di antaranya berperan sebagai eyeball dan penerima barang, serta 1 orang tersangka yang berperan sebagai pengendali jaringan. Keenam tersangka ini diamankan di lokasi yang berbeda, yakni di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.

"Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku dapat diancam dengan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp10 Miliar ditambah 1/3 dalam hal barang bukti melebihi 1 kilogram. Upaya pemberantasan narkotika ini bukan hanya merupakan tugas aparat hukum saja, melainkan juga dibutuhkan peran aktif masyarakat dalam membendung peredaran narkotika dan melindungi generasi penerus bangsa dari penyalahgunaan narkotika itu sendiri," tegas Erwin. [*]

Komentar

 
Embed Widget

x