Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 23:55 WIB

Rizal Ramli Ziarah ke Makam Bung Hatta

Jumat, 30 Maret 2018 | 18:36 WIB

Berita Terkait

Rizal Ramli Ziarah ke Makam Bung Hatta
Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli saat Ziarah ke Makam Bung Hatta - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli berziarah ke makam Bung Hatta di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Jumat (30/3/2018).

"Ini bagian dari kunjungan kami yang sebelumnya ke makam Bung Karno (Soekarno) di Blitar beberapa waktu lalu. Kami doakan Bung Hatta bahagia di sisi Allah yang Maha Kuasa dan keluarganya senantiasa diberikan rahmat," kata Rizal, Jumat (30/3/2018).

Bukan hanya itu, Rizal pun berdoa semoga Allah Swt memudahkan dan memberikan jalan agar cita-cita Bung Hatta tentang keadilan dan kemakmuran bangsa Indonesia dapat terjadi.

"Kalau kita ingat sejarah, Bung Hatta dibesarkan di Sumatera Barat tapi sekolah di Belanda. Nah, pada saat dia sekolah di Belanda itu, dunia Eropa sedang mengalami krisis ekonomi tahun 1920 sampai 1930-an," ujarnya.

Maka, kata Rizal, Bung Hatta memahami betul dampak negatif dari kapitalisme ugal-ugalan yang terasa di negara-negara Eropa.

Nah, lanjut dia, rakyat enggak ada pekerjaan di situ, pengangguran luar biasa dan kemiskinan juga luar biasa. Sebagai dampak dari kapitalisme yang sangat spekulatif dan ugal- ugalan.

"Itulah kenapa Bung Hatta dan kawan-kawan mencari jalan lain dan merumuskannya untuk Indonesia, supaya tidak mengulangi efek negatif dari kapitalisme spekulatif dan ugal-ugalan," jelas dia.

Di samping itu, Rizal mengatakan Bung Hatta banyak belajar dari pengalaman negara Eropa lain terutama di Belanda dan Skandinavia di mana tingkat keadilan sosial rakyatnya sampai hari ini masih paling tertinggi di dunia.

"Dimana kesejahteraan, pendidikan, kesehatan di negara- negara Eropa Barat termasuk lebih adil, lebih baik dari pada negara kapitalisme Amerika," katanya.

Kemudian, Bung Hatta juga belajar dan merumuskan bahwa ada bentuk korporasi untuk rakyat biasa tidak hanya bentuk perusahaan dan korporasi untuk swasta yang besar- besaran.

"Tapi beliau pikirkan bagaimana rakyat yang kecil- kecil petani, buruh, nelayan bisa membentuk apa yang disebut sebagai koperasi yang dimiliki saham oleh semua anggotanya," tandasnya. [ton]

Komentar

Embed Widget
x