Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 09:57 WIB

Diksi 'Bangsat' dan Kritik Pengelolaan Umroh

Oleh : R Ferdian Andi R | Kamis, 29 Maret 2018 | 16:25 WIB

Berita Terkait

Diksi 'Bangsat' dan Kritik Pengelolaan Umroh
Arteria Dahlan - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan saat rapat kerja bersama Kejaksaan Agung, Rabu (28/3/2018) mengkritik pengelolaan umroh oleh Kementerian Agama. Kritikan pedas Arteria berbuah polemik. Pemicunya Arteria memilih diksi bangsat yang menjadikan kritikannya missleading.

Substansi kritik Arteria Dahlan, mantan anggota Komisi VIII DPR RI menjadi missleading imbas pilihan diksi yang kurang tepat saat menyampaikan pendapatnya dalam rapat kerja dengan Jaksa Agung M Prasetyo, Rabu (28/3/2018). "Yang dicari jangan kayak tadi Bapak lakukan inventarisasi, pencegahannya, Pak. Ini Kementerian Agama bangsat, Pak, semuanya, Pak! Saya buka-bukaan," tuding Arteria.

Pernyataan ini menyusul sejumlah kasus penipuan terhadap jamaah umroh yang terus terjadi. Arteria juga menyinggung soal kasus yang melibatkan First Travel dan Abu Tours. Persoalan penipuan travel umroh memang belakangan menjadi sorotan banyak pihak. Apalagi, ribuan orang menjadi korban modus tipu-tipu wisata religi tersebut. Hingga kini belum ada jalan keluar atas nasib calon jamaah yang telah membayar biaya umroh tersebut.

Di sisi lain, izin sekaligus pengawasan penyelenggaraan ibadah umroh di tangan Kementerian Agama (Kemenag). Menjadi tanda tanya di publk soal peran Kemenag ihwal pengawasan terhadap sejumlah travel yang belakangan terindikasi kuat melakukan penipuan terhadap jamaah. Ribuan calon jamaah umroh gagal berangkat.

Dalam konteks ini, kewenangan pengawasan yang dilakukan oleh Kemenag dipertanyakan publik. Institusi yang dikenal dengan slogan "Ikhlas Beramal" ini baru bergerak setelah munculnya banyak kasus di masyarakat. Setidaknya, hal itu pula yang menjadi kegundahan Arteria Dahlan.

Kemenag sendiri, telah mengubah Peraturan Menteri Agama (PMA) No 18 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ibadah Umroh menjadi PMA No 8 Tahun 2018 setelah kasus penipuan umroh terjadi awal 2017 lalu.

Namun substansi kritik Arteria Dahlan tersebut menjadi hilang. Publik justru mempersoalkan pilihan diksi bangsat oleh politisi PDI Perjuangan ini. Reaksi bermunculan dari internal Kementerian Agama yang tidak terima dengan pernyataan Arteria Dahlan tersebut.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap agar Arteria Dahlan dapat meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Menurut dia, di internal Kementerian Agama mengungkapkan kemarahan atas pernyataan politisi PDI Perjuangan tersebut. "Sebaiknya yang bersangkutan bersedia menyampaikan permohonan maaf atas," harap Lukman.

Lukman menyebutkan kendati anggota DPR memiliki hak imunitas dalam pengawasan terhadap eksekutif, namun pilihan diksi kata tersebut apakah pantas disampaikan oleh anggota DPR. "Apakah patut dan pantas seorang wakil rakyat yang terhormat menggunakan kosa kata seperti itu yang dialamatkan kepada pemerintah," sebut Lukman.

Sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Perguruan Tinggi Islam se-Nusantara (AMPTI) Nusantara juga berencana melaporkan Arteria Dahlan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) awal pekan depan. Arteria dilaporkan karena dianggap melanggar kode etik dan tidak menjaga kehormatan Dewan. Selain ke MKD, organisasi ini juga berencana mengadukan Arteria Dahlan ke Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Pilihan diksi bangsat oleh Arteria tentu kurang tepat disampaikan dalam ruang terbuka di forum resmi parlemen, poin ini mesti dikoreksi. Namun, bukan berarti substansi kritik Arteria Dahlan menjadi tak bermakna pengelolaan travel umroh yang nyata-nyata merugikan masyarakat ini.

Komentar

Embed Widget
x