Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 16 Juli 2018 | 08:11 WIB
 

Buruh Bangunan Asal Sragen Perkosa Bocah 8 Tahun

Oleh : - | Rabu, 28 Maret 2018 | 19:33 WIB
Buruh Bangunan Asal Sragen Perkosa Bocah 8 Tahun
(Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - Sunardi, pria usia 23 asal Sragen, Jawa Tengah ini terpaksa berurusan sama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya. Sebab pria yang kos di daerah Bendul Merisi Surabaya, telah menyetubuhi gadis berusia 8 tahun.

Atas ulahnya itu, korban harus mengalami kesakitan pada alat kemaluannya. Terlebih, pria yang bekerja sebagai kuli bangunan itu diketahui mengindap penyakit kelamin dan diduga penyakit itu menular.

"Saya melakukannya sekali saat ada di rumah kosong di dekat rumah korban," kata Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar, Rabu (28/3/2018).

Pemuda yang berkulit hitam ini mengaku kalau awalnya tidak mempunyai niat berbuat bejat. "Karena anaknya itu menggemaskan, jadi saya paksa untuk berhubungan badan," ujarnya sambil kedua tangannya menutupi mukanya.

Apalagi waktu aksi bejatnya itu, korban sedang bermain di rumah kosong dalam renovasi pekerjanya pelaku sendiri. Ketika korban bermain di rumah kosong tersebut itulah pelaku ini melancarkan aksinya.

Melihat korban yang mau diajak ngomong oleh pelaku, akhirnya dimanfaatkan pelaku dengan mendekati hingga menggendongnya.

"Saat dia saya gendong dan bilang kangen ayahnya, akhirnya timbul rasa nafsu untuk mencabulinya dan cuma sekali," tutur Sunardi.

Mantan Kasubbag Humas Polres Tanjung Perak ini menambahkan, ketika korban dan tersangka bersama, tangan kanan pelaku langsung melepas celana dalam dan menidurkannya di lantai.

"Usai mendapatkan keinginan untuk mendapatkan kepuasaan, pelaku berpesan agar korban tidak bercerita kepada siapapun juga," lanjut Lily.

Sebelum kejadian, lanjut Lily, di rumah tersebut awalnya ada dua bocah perempuan, SF teman korban pamit keluar rumah dan di rumah kosong tersebut tinggal tersangka dan korban. Saat itulah tersangka menidurkan korban lalu melepas celana dalam hingga perbuatan asusila itu terjadi.

"Hasil visum mengungkapnya bahwa pelaku ini mengidap penyakit kelamin dan diperkirakan menular ke korban," tambah Lily.

Aksi bejat pemuda lajang tersebut terbongkar ketika korban mengeluh sakit pada alat kelaminnya. Saat ditanya, korban menceritakan semuanya kepada orang tuanya dan diteruskan ke polisi.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 UURI No. 35 / 2014 ttg perubahan atas UURI No. 23/2002 tentang perlindungan anak serta Pasal 76 D, tentang ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan, yang ancamannya penjara hingga 15 tahun. [beritajatim]

Tags

Komentar

x