Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 04:32 WIB

Pemerintah Usul Tarif Angkutan Daring Naik Rp2000

Oleh : Ray Muhammad | Rabu, 28 Maret 2018 | 19:01 WIB

Berita Terkait

Pemerintah Usul Tarif Angkutan Daring Naik Rp2000
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah mendapatkan beberapa kesepakatan dengan aplikator penyedia layanan transportasi daring sebagai perusahaan jasa angkutan massal.

Kesepakatan ini disampaikan usai Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menggelar mediasi bersama perwakian Aliansi Nasional Driver Online (Aliando), aplikator dan kementerian terkait di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2018) sore.

"Kami tadi sepakat nanti aplikator itu dijadikan sebagai perusahaan jasa angkutan disamping aplikator. Sehingga garisnya driver langsung kepada aplikator yang selama ini langsumg ke aplikator potongannya itu 20 sampai 25 persen," ujar Moeldoko di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2018).

Sementara itu, soal kenaikan tarif dasar trasportasi daring, lanjutnya, sampai saat ini belum ada kesepakatan. Pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada aplikator.

"Bukan itu poinnya, naik atau tidak. Akan tetapi, yang diinginkan adalah pendapatan dari driver yang tadinya katanya sempat Rp4.000. Sekarang hanya Rp1.600 per km. Mohon kami dinaikkan Pak Presiden. Nah, itu tadi sudah kami sampaikan pesan itu kepada aplikator," paparnya.

Dengan demikian, ia mengatakan soal tarif masih akan disesuaikan besarannya dari Rp1.600 mengalami perubahan jumlahnya ke depan.

"Nanti mereka (aplikator) yang akan mnghitung lagi. Intinya, poinnya, mereka siap untuk menaikkan," ucap mantan Panglima TNI ini.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan telah menyiapkan perhitungan kenaikan tarif bagi layanan jasa angkutan dari.

"Seperti yang disampaikan KSP, kami akan memberikan kesempatan kepada mereka (aplikator) seluas-luasnya untuk berdiskusi dengan driver. Kami memiliki back ground kira-kira berapa sih, harga pokok atau harga yang pantas yang bisa diberlakukan," ujarnya.

Adapun berdasarkan perhitungan pemerintah, Menhub mengusulkan kenaikan tarif dari Rp1400 menjadi Rp2000. Usulan ini, lanjut Budi, telah disampaikan kepada pihak aplikator hari ini.

"Ada suatu nilai harga pokok sekitar Rp1.400 sampai Rp1.600 dan dengan keuntungan dan jasanya, sehingga menjadi Rp2.000. Rp2.000 itu bersih, bukan dipotong menjadi Rp1.500. Oleh karena itu, hal yang kami jadikan modal kepada mereka secara internal untuk mengatur," tandasnya.[jat]

Komentar

Embed Widget
x