Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 12:12 WIB

Menhub: Saya Salah, Anak Buah Saya Terima Suap

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 28 Maret 2018 | 14:38 WIB
Menhub: Saya Salah, Anak Buah Saya Terima Suap
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui dirinya bersalah atas kasus suap yang menyeret mantan anak buahnya yakni eks Dirjen Hubla, Antonius Tonny Budiono. Pihaknya seharusnya bisa mencegah kejadian tersebut.

"Jujur saya merasa bersalah kok saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya kritisi diri, kegiatan represif maupun preventif dan itu saya buktikan dalam menjalankan roda organisasi," kata Budi saat menjadi saksi untuk Tonny, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Budi mengatakan atas kejadian ini pihaknya langsung melakukan introspeksi diri. Dia memutasi sejumlah pejabat yang berkaitam dengan kasus suap yang menimpa Antonius Tonny Budiono.

Diakui Budi, dirinya tak tahu menahu soal kasus suap yang menyeret mantan anak buahnya sebelum KPK melakukan OTT. Saat ini pihaknya bersikap untuk mengamati jalannya sidang yang mendera anak buahnya.

"Dari pemeriksaan saya tahu yang bersangkutan menerima. Sepeti Mauritz saya pindahkan ke PPSDM. Ini punishment karena sebelumnya yang bersangkutan punya otoritas besar. Sikap kami selanjutnya adalah menunggu sidang ini," ujar Budi.

Kemudian langkah yang diambil Budi yaknk melakukan upaya preventif dengan menggandeng KPK untuk pencegahan korupsi. Atas kejadian ini pula dia akan lebih sering memonitor jajarannya.

"Preventifnya kami kerjasama dengan KPK, seperti yang menetapkan kegiatan-kegiatan yang berpotensi bermasalah," tuturnya.

"Setelah kerjasama, kami panggil semua, kami lakukan, kami juga memasang poster-poster, dalam tiap hari kami melihat message melalui Instagram, media sosial, kepada setiap pegawai agar menjaga integritas," imbuh Budi.

Baca juga: Menhub Sebut Anak Buah Khilaf Terima Suap Rp2,3 M

Sebelumnya Tonny didakwa menerima suap Rp2,3 miliar dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adiputra Kurniawan. Suap itu diberikan terkait pengerjaan pengerukan empat pelabuhan di sejumlah daerah.

Empat pelabuhan yang diterbitkan Surat Izin Kerja Keruk (SIKK) oleh Tonny adalah pengerukan alur pelayaran pelabuhan Pulau Pisau Kalimantan Tengah, Pelabuhan Samarinda, pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pengerukan di Bontang Kalimantan Timur, dan pengerukan di Lontar Banten.

Uang itu diterima Tonny melalui kartu ATM atas nama Yongkie dan Joko Prabowo.

Selain menerima suap, Tonny juga didakwa menerima gratifikasi dari sejumlah pihak berupa uang tunai Rp5,8 miliar, US$479.700, 4.200, 15.540, Sin$ 700.249, dan RM11.212.

Selain itu, uang di rekening Bank Bukopin atas nama Oscar Budiono Rp1,066 miliar dan Rp1,067 miliar dan uang di rekening BRI atas nama Wasito dan BCA Rp300 juta.

Tonny juga menerima gratifikasi perhiasan berupa cincin yang harganya ditaksir mencapai Rp175 juta serta sejumlah barang yakni jam tangan, pena, dompet, hingga gantungan kunci. [ton]

Komentar

x