Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 13:03 WIB

Pengusaha Sawit Suap Bupati Rita dengan Berlian

Oleh : Fadhly Zikry | Selasa, 27 Maret 2018 | 14:44 WIB

Berita Terkait

Pengusaha Sawit Suap Bupati Rita dengan Berlian
Rita Widyasari - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Bupati Kutai Kartanegara non aktif Rita Widyasari disebut menerima uang dan berlian dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun.

Hal itu diungkap dalam sidang Tipikor dengan terdakwa Abun di Jl. Bungur Besar, Jakarta Pusat.

Sidang yang menghadirkan saksi atas nama Hanny Kristianto itu meyebutkan, pemberian uang dan berlian tersebut terjadi di kediaman Rita Jl. Melati Nomor 22, Tengarong, Kalimantan Timur.

Saat itu, Hanny bersama Abun dan seseorang bernama Timotheus bertamu ke rumah Rita untuk menanyakan izin perkebunan sawit milik Abun. Dalam pertemuan itu dikatakan Rita bersedia menandatangi izin pembukaan kebun sawit.

Namun Rita tetap meminta kepada Abun, untuk mengurus izin kepada dinas terkait.

"Bu Rita bilang ini saya tanda tanda tangan dulu, tapi minta juga tanda tangan ke yang lain," kata Hanny di persidangan.

Baca:Suap Rp6 M, Bupati Rita Ngaku Hanya Jual Emas

Usai pertemuan tersebut, Abun pun meninggalkan dua buah plastik. Satu berwarna hitam dan satu lagi berwarna merah. Plastik itu ditinggal di sebuah kursi sofa di kediaman Rita.

Hanny menuturkan, plastik hitam berisi uang dan plastik merah berisi berlian. Namun dia tidak melihat langsung isi kedua plastik tersebut.

"Saya tanya pak Abun, itu kantongnya ketinggalan pak. Pak Abun bilang oleh-oleh, itu Petis (uang). Kata Pak Abun sama Pak Timothius bahwa dalam kantong plastik uang," ujarnya.

"Diberikan Pak Abun, tapi pembicaraanya saya tidak ingat. Saya tanya ke Pak Timothius, katanya isinya berlian," tambahnya.

Dalam kasus itu, Abun didakwa memberi suap kepada Rita senilai Rp6 miliar. Namun Rita mengaku uang tersebut merupakan hasil jual emas batang. Terkait perkara itu, Rita juga menjadi terdakwa kasus penerimaan gratifikasi bersama Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin (KH) senilai Rp469.4 Miliar. [ton]

Komentar

x