Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Juni 2018 | 19:31 WIB
 

Video TKW Asal Sumbawa Korban Penganiayaan

Oleh : Tatzuar Amir | Senin, 19 Maret 2018 | 21:05 WIB
Video TKW Asal Sumbawa Korban Penganiayaan
(Foto: youtube)

INILAHCOM, Jakarta - Perlakuan buruk yang diterima oleh tenaga kerja wanita (TKW) kembali menjadi viral. Kali ini perlakukan buruk tersebut dialami oleh TKW asal Sumbawa.

Sebuah status yang diunggah di grup Facebook Forum Pers Independen Indonesia, Papadiva Frountal Talent, pada 17 Maret 2018 memperlihatkan seorang TKW asal Sumbawa bernama Nurhayati dalam kondisi mengenaskan.

Seperti yang terlihat di video berdurasi 52 detik, tampak Nurhayati dalam keadaan tidak sadarkan diri dan dikelilingi oleh beberapa perempuan yang membacakan Surah Yasin, sambil menggosokkan telapak tangan mereka ke dada perempuan tersebut sebagai upaya untuk menyadarkannya. Diceritakan bahwa Nurhayati mengalami sakit parah hingga muntah darah.

Video itu diunggah bersama dengan tulisan yang menerangkan bahwa Nurhayati kini ditampung di PT. Citra Karya Sejati, Jl. Rajasa no. 189 Bumiayu, Kedungkandang, Malang, Jawa Timur, selaku agen penyalur TKW.

Perlakuan buruk juga diterima oleh rekan sejawat Nurhayati. Diceritakan bahwa rekan-rekan Nurhayati yang baru pulang sebagai TKW dari luar negeri, tidak diperbolehkan pulang ke daerah asal mereka sebelum membayar ganti rugi berdasarkan surat pernyataan yang dibuat dengan paksa secara terpihak. Selain itu para TKW itu juga diharuskan membayar biaya hidup sejumlah Rp150 ribu per hari kepada agen penyalur.

Berdasarkan keterangan yang ditulis oleh Papadiva Froutal Talent, temuan terkait Nurhayati sudah dilaporkan ke Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI)

"TKW asal Sumbawa atas nama Nurhayati ditampung di PT. Citra karya sejati, jalan Rajasa no. 189 bumiayu kedungkandang malang jawa timur, kondisinya sedang sakit keras, muntah darah. Info lain, sejumlah TKW yang ditampung di PT ini dalam kondisi buruk, mereka yang pulang dari luar negri tidak dibolehkan pulang keeumah sebelum membayar uang ganti rugi berdansarkan surat pernyataan yang dibuat dengan paksa secara sepihak. Begitu juga para TKW yang gagal berangkat tetap diminta bayar ganti rugi jika mau pulang kekampung masing-masing. Persoalan ini sudah saya bawa ke BP3 TKI, sejauh ini belum ada informasi langkah kongkrit sebab sejumlah TKW yang menjadi sumber yang memberikan informasi masih mengalami perlakuan yang tidak baik ditempat penampungan. Satu lagi, para TKW setiap hari dihitung membayar Rp150 000,- / hari selama tinggal dipenampungan.
Mirisnya mereka makin menanggung beban kian menumpuk ditambah kewajiban ganti rugi kepada PT," tulis dalam video tersebut.

Unggahan tersebut sudah ditonton sebanyak 485ribu kali dan dibagikan sebanyak 8.600 kali.

Komentar bernada marah pun membanjiri unggahan ini.

"Kejahatan kemanusiaan didepan mata tp pihak berwenang melakukan pembiaran," tulis Sudji Siswanto.

"Di era pemerintahan presiden jokowi ini kog msh ada PPTKIS yg msh melakukan hal2 kyk gitu...kan sdh BP3TKI sdh BNP2TKI kami yakin mrk tdk diam tp kita msh terlambat umpama orang sakit ...sipasin napasnya tinggal dihidung baru dibawa kermh sakit. Seyogyanya bersama kerja antara seluruh instansi dg awak media yg menjadi mediator meluruskan masalah sblm terjadi..," komentar Irsal Piliang Korlipda Jatim.

"Sudah sejauh mana prosenya bro, kami menunggu hasil Investigasinya di Jakarta," komentar KonsultasiHukumTKI

"Astagfirullah Al azim harus ditindak nich ini udh kejam," tulis Saebah Reynaldi.[jat]

Tags

Komentar

 
x