Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 02:43 WIB

KPK Diminta Panggil Cak Imin

Senin, 19 Maret 2018 | 19:00 WIB

Berita Terkait

KPK Diminta Panggil Cak Imin
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta Sekitar ratusan pemuda dan mahasiswa yang menamakan aliansi Gerakan Rakyat Tangkap Koruptor (Gertak) melakukan aksi unjuk rasa di dua tempat yang berbeda. Yaitu, di Gedung KPK Jalan HR. Rasuna Said, Setiabudi, dan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan.

Dalam aksinya tersebut, massa meminta kepada KPK dan Mabes Polri untuk segera periksa mantan Menakertrans Muhaimin Iskandar dan Dirtjen Pembinaan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi ( P2Ktrans ).

"Dalam persidangan di pengadilan Tipikor Jakarta, 2 Maret 2017 lalu, terungkap uang sekitar Rp 6,7 miliar yang diterima mantan Dirjen P2KTrans Jamaluddien Malik yang saat ini telah berstatus terpidana, mengalir ke sejumlah pihak," ujar koordinator aksi Zen di lokasi, Senin (19/3/2018).

Dalam kasus tersebut, dia melihat bukti ketidakseriusan ataupun terkesan pilih kasih dalam pemberantasan korupsi terutama kasus Korupsi yang melanda di Dirjen P2K Trans Kemenakertrans 2014 belum tuntas dan terkesan diendapkan begitu saja.


"Bila ini dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi pemberantasan korupsi di Indonesia dan bisa menjadi isu bahwa KPK tebang pilih dalam penanganan kasus," katanya.

Dia melanjutkan, sebagaimana yang disebutkan dalam dakwaan pertama persidangan yang digelar pada Rabu (2/3/2016) lalu, dimana jaksa penuntut umum (JPU) KPK menyebutkan bahwa Jamaluddien Malik membagikan uang setoran dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebesar Rp. 6.734.078.000.

"Oleh karena itu kami meminta KPK harus menuntaskan kasus korupsi dan menangkap semua yang menikmati aliran dana tersebut," ungkapnya. [rok]

Komentar

Embed Widget
x