Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 04:08 WIB

Narkotika

Sinergi BNN & Bea Cukai Lumpuhkan Jaringan Taiwan

Jumat, 16 Maret 2018 | 16:29 WIB

Berita Terkait

Sinergi BNN & Bea Cukai Lumpuhkan Jaringan Taiwan
(Foto: BeaCukai)

INILAHCOM, Jakarta - Sinergi Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali membuahkan hasil, ketika operasi gabungan yang digelar sejak Desember 2017 berujung pada digagalkannya penyelundupan narkotika jaringan Taiwan, Kamis (15/3/2018).

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi menjelaskan, petugas Bea Cukai dan BNN telah memantau info kiriman narkotika jenis sabu (methamphetamine) dari Malaysia melalui jalur laut sejak Desember 2017.

"Kapal transit di Jakarta, kemudian diangkut lanjut ke Jawa Timur. Sabu tersebut disamarkan dalam barang berupa mesin cuci dan pendingin ruangan, diberitahukan sebagai machinery. Setelah tiba di Jawa Timur, barang diantar menuju sebuah gudang di Jakarta, dan diendapkan di sana. Petugas gabungan mengawasi selama dua bulan, hingga akhirnya, pada Kamis 15 Maret 2018 pemilik barang meminta barang tersebut dipindahkan ke sebuah tempat di Jakarta Utara," ungkapnya.

Pergerakan barang tersebut tetap diikuti dan dipantau oleh petugas gabungan. Ketika barang akan dibawa dari Jakarta Utara oleh dua orang tersangka, petugas sigap menghadang keduanya. Dalam penyergapan tersebut, salah seorang tersangka, berinisial JWH, warga negara Taiwan, mencoba melarikan diri. Petugas pun mengambil tindakan tegas dan terukur, hingga JWH tewas di tempat kejadian. Tersangka lainnya, yaitu seorang warga negara Indonesia berinisial SA, dan barang bukti berupa 51,4 kilogram sabu, telah diserahkan kepada BNN untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Atas penindakan 51,4 kilogram sabu ini, lebih dari 250.000 jiwa diselamatkan dari ancaman penyalahgunaan narkotika, dengan asumsi 1 gram sabu dapat dikonsumsi 5 orang. Barang bukti dan para tersangka telah diamankan oleh BNN untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum. Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

"Controlled delivery narkotika yang dilakukan dalam kerangka join operation antara Bea Cukai dan BNN, dapat terlaksana dengan baik lantaran adanya strategi komunikasi dan penanganan yang efektif. Selain itu, kerja sama kedua instansi ini juga dibuktikan dengan pertukaran data dan informasi, operasi bersama di lapangan, dukungan pelatihan bersama, hingga dukungan pengamanan di lapangan," ujar Heru.

Hingga 11 Maret 2018, Bea Cukai telah berupaya mengamankan penyelundupan narkotika di seluruh wilayah Indonesia dan berhasil mengungkap 65 kasus dengan total berat barang bukti mencapai 2,935 ton. Sementara di tahun 2017, Bea Cukai telah melakukan 346 penindakan dengan total berat barang bukti mencapai 2,132 ton. [*]

Komentar

Embed Widget
x