Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 September 2018 | 21:41 WIB

AHY Terhambat Golkar Jika Jadi Cawapres Jokowi

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 16 Maret 2018 | 08:04 WIB

Berita Terkait

AHY Terhambat Golkar Jika Jadi Cawapres Jokowi
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif SPIN (Survei Polling Indonesia), Igor Dirgantara menilai agak berat jika Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dijadikan sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu 2019 mendatang.

"Apakah itu bisa diterima oleh partai pendukung koalisi Jokowi,mengingat Partai Golkar itu perolehan suaranya besar, nomor dua di pileg nasional," kata Igor kepada INILAHCOM, Kamis (15/3/2018).

Selain itu, Igor mengatakan Ketua Umum Golkar sekarang yaitu Airlangga Hartarto juga patut diperhitungkan dan dipertimbangkan untuk menjadi bakal calon wakil presiden mendampingi Jokowi.

"Karena elektabilitas Airlangga Hartarto baik juga, nah apa setuju (AHY jadi pendamping Jokowi)? Bisa saja, memang dalam politik semua serba mungkin dan bisa terjadi," ujarnya.

Menurut dia, Pemilu 2019 ini sebenarnya jembatan menuju kepemimpinan nasional 2024 yakni siapa yang dicalonkan sebagai presiden dan yang dimunculkan partai politik itu figur yang akan berpengaruh terhadap perolehan kursi partai.

"Karena, Pemilu 2019 itu kan serentak. Jadi, sangat rugi kalau misalnya Partai Demokrat tidak mengusung calonnya sendiri mirip dengan Pilkada DKI 2017 bentuk poros ketiga asal PAN dan PKB bergabung, misalnya," jelas dia.

Jadi, kata Igor, Pemilu 2019 ini merupakan ajang untuk memunculkan siapa yang akan menjadi pemimpin nasional pada 2024 nanti. Sebab, hal yang menarik sekarang itu siapa calon wakil presiden baik dari Jokowi maupun Prabowo Subianto.

"Nah, yang krusial itu kan 2024 siapa? Pemilu 2019 itu adalah satu ajang untuk itu, karena yang menarik head to head antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Siapa cawapres Jokowi dan siapa cawapres Pak Prabowo," katanya.

Bahkan, Igor mengatakan sebenarnya AHY juga bisa saja disandingkan bersama Prabowo di Pemilu 2019. Karena, salah satu keresahan untuk mengusung calon baru atau poros ketiga didasarkan pada soal elektabilitas.

"Kini, elektabilitas hanya dua orang saja yakni Jokowi dan Prabowo. Menurut saya, sebenarnya AHY juga bisa sama Prabowo. Jangan mentang-mentang cuma SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) ketemu Jokowi. Prabowo tuh jelas ya notabane-nya, dia masih menduduki peringkat kedua," katanya.

Namun, lanjut dia, kalau memang Demokrat ingin meraih simpati publik tentu harus membentuk poros ketiga. Akan tetapi, jika berorientasi kepada pragmatisme kemenangan dan kekuasaan ya jadi calon wakil presidennya Jokowi.

"Tapi persoalannya tentu mengerucut pada partai-partai koalisi Jokowi, apakah disepakati AHY menjadi calon wakil presiden mendampingi Jokowi di Pemilu 2019. Saya yakin lah Partai Demokrat juga pernah jadi partai besar, dua kali berkuasa, dua periode," tandasnya.[ris]

Komentar

x