Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 14:09 WIB

Gerindra: SBY Mau Koalisi dengan Jokowi, Silahkan

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 16 Maret 2018 | 03:10 WIB

Berita Terkait

Gerindra: SBY Mau Koalisi dengan Jokowi, Silahkan
Ketua DPP Partai Gerindra, Moh Nizar Zahro - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPP Partai Gerindra, Moh Nizar Zahro mengatakan tidak terlalu pusing jika Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beri sinyal berkoalisi dengan Joko Widodo di Pemilu Presiden 2019.

"Tidak apa-apa, itu boleh-boleh saja karena hak masing-masing dari partai dan ketua umum itu kan mandataris partai. Dia mau dukung siapa saja boleh, tidak ada masalah dan diperbolehkan undang-undang," kata Nizar kepada INILAHCOM, Kamis (15/3/2018).

Anggota DPR RI ini menjelaskan partainya yang dikomandoi oleh Prabowo Subianto tentu memandangnya secara dewasa dan undang-undang pun tidak ada larangan mau bergabung atau koalisi dengan siapa pun, sehingga tak mau ambil ribet dan pusing.

"Mau gabung dengan Gerindra boleh, Alhamdulillah bagus. Mau gabung dengan koalisinya Pak Jokowi ya boleh, diperbolehkan juga oleh undang-undang tidak ada larangan," ujarnya.

Menurut dia, kalau memang penjajakan dengan partai-partai lain untuk berkoalisi tentu berdasarkan kesepakatan sehingga tidak mungkin partai masing-masing koalisi tidak ada kesepakatan.

"Kalau bersepakat berarti koalisi, kalau tidak bersepakat berarti tidak koalisi. Sebetulnya mudah cara memahaminya, tidak ribet," jelas dia.

Ia mengatakan yang menarik dari beberapa hasil survei itu bahwa masyarakat Indonesia ingin presiden baru, berarti pada Pemilu 2019 nanti presiden yang ada sudah tidak memenuhi kapasitas dan ekspektasinya mungkin rakyat sudah kecewa.

Semua salah satu surveinya itu masyarakat kalau kritis ke pemerintah selalu dituduh intoleran, ekonomis tidak kondusif, imporlah, hutang hampir 4.000 triliun. Masyarakat kita sudah titik nadir ekonomi, masyarakat ingin presiden baru," katanya.

Jadi, kata dia, Gerindra tidak akan melarang partai manapun untuk berkoalisi dengan siapa saja termasuk Demokrat yang diketuai oleh SBY. Sebab, yang menentukan itu adalah rakyat Indonesia.

"Masyarakat yang menentukan, masyarakat sudah tahu empat tahun perjalanan incumbent ini Pak Jokowi. Masyarakat sudah menginginkan presiden baru itu intinya, tidak penting itu banyak koalisi, yang penting cukup syaratnya," tandasnya.[ris]

Komentar

Embed Widget
x