Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 September 2018 | 15:07 WIB

NasDem Harap AHY Tidak Jadi Beban Jokowi

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 15 Maret 2018 | 05:11 WIB

Berita Terkait

NasDem Harap AHY Tidak Jadi Beban Jokowi
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago menilai boleh-boleh saja Partai Demokrat mengajukan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pendamping Joko Widodo di Pemilu Presiden 2019.

"Sah-sah saja, tapi kan harus dipertimbangkan juga," kata Irma kepada INILAHCOM, Rabu (14/3/2018).

Anggota Komisi IX DPR itu menjelaskan pertimbangan untuk menjadi bakal calon Wakil Presiden RI mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 apakah mampu meningkatkan elektabilitas Jokowi, jangan justru membebani.

"Jadi, harus betul-betul bisa meningkatkan elektabilitasnya Pak Jokowi dan membuat Pak Jokowi menang. Kalau hanya sekedar nempel, justru malah mengambil popularitas dari Pak Jokowi. Kan kacau juga nanti," ujar Ketua DPP Partai NasDem ini.

Menurut dia, partainya tidak mau berpikiran buruk atau negative thinking terhadap sinyal Demokrat ingin berkoalisi dengan Jokowi sebagaimana yang disampaikan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kita tidak boleh negative thingking, kita juga melihatnya secara baik dan harus dengan pola pikir positif,. Karena, kan politik ini dinamis semuanya bisa terjadi," jelas dia.

Untuk diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sinyal untuk mendukung Presiden RI Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan Presiden RI ke-6 dalam pidatonya kala membuka Rapimnas Partai Demokrat 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018).

"Pak Presiden ( Jokowi). Jika Allah menakdirkan, senang Partai Demokrat bisa berjuang bersama bapak," kata SBY.

Ia menyatakan Presiden Jokowi perlu tahu pengalamannya memenangkan Pilpres berturut-turut selama dua periode pada 2004 dan 2009.

"Tentu bapak sangat memahami sebagaimana pengalaman saya dalam Pilpres 2004 dan 2009," ujarnya.[ris]

Komentar

x