Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 September 2018 | 04:37 WIB

MenPAN-RB Jelaskan Cuti PNS Pria Selama Sebulan

Oleh : Willi Nafie | Rabu, 14 Maret 2018 | 22:17 WIB

Berita Terkait

MenPAN-RB Jelaskan Cuti PNS Pria Selama Sebulan
(Foto: inilahcom/ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta menerbitkan kebijakan bagi pegawai negeri sipil (PNS) pria yang ingin menemani sang istri saat melahirkan.

Dimana Pemprov DKI akan memberikan izin kepada PNS pria dari satu minggu sebelum istri melahirkan dan tiga minggu setelah sang buah hati lahir terhitung sebulan.

Namun Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Herman Suryatman meluruskan soal cuti tersebut.

Sebab izin itu sebagai salah satu jenis cuti, yakni cuti karena alasan penting. Berdasarkan Pasal 310 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), ada tujuh jenis cuti untuk PNS, yaitu cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cuti melahirkan, cuti karena alasan penting, cuti bersama, dan cuti di luar tanggungan negara.

"Cuti karena alasan penting, yang antara lain dapat diambil untuk mendampingi istri apabila proses kelahirannya betul-betul membutuhkan pendampingan, seperti operasi caesar atau membutuhkan perawatan khusus," ujar Herman, Rabu (14/3/2018).

Menurut Herman, sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil, dijelaskan bahwa pemberian cuti karena alasan penting terdiri dari 15 poin. Dimana pada poin tiga berbunyi PNS laki-laki yang istrinya melahirkan atau operasi caesar dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan.

"Jadi tidak benar bahwa PNS laki-laki bisa begitu saja mengambil cuti sampai 1 bulan apabila istrinya melahirkan, tetapi ada ketentuan yang ketat yakni harus melampirkan surat keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan," pungkasnya.[jat]

Komentar

x