Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 September 2018 | 15:08 WIB

Wayan Beberkan Sederet Kejanggalan Kasus Kliennya

Oleh : Ivan Setyadi | Rabu, 14 Maret 2018 | 22:34 WIB

Berita Terkait

Wayan Beberkan Sederet Kejanggalan Kasus Kliennya
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Tim kuasa hukum Christoforus Richard menduga ada kejanggalan dalam persidangan dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen yang melibatkan Christoforus.

Adapun persidangan ini ditangani Majelis Hakim Kartim Haeruddin, Aris Bawono Langgeng, dan R Lim Nurohim, dan Jaksa Penuntut Umum Rauf. Hal tersebut disampaikan I Wayan Sudirta, salah satu kuasa hukum Christoforus.

"JPU Melanggar pasal 160 ayat 1 huruf c KUHAP, dengan tidak menghadirkan Saksi Eny Sulaksono yang namanya tertera dalam BAP. Saksi ini tidak dipanggil ke persidangan, dan BAP juga tidak dibacakan di depan persidangan oleh JPU. Itu pelanggaran fatal," kata Wayan, melalui keterangan persnya, Rabu (14/3/2018).

Selain itu JPU dan Majelis Hakim pun menolak saat penasehat hukum meminta saksi Eny Sulaksono dipanggil kembali sesuai ketentuan pasal yang ada. Tetapi JPU menolak, sedangkan hal ini merupakan kewajiban dari JPU.

Di samping itu, kata Wayan ada dugaan manipulasi serta peran dari aktor besar yang mampu menggerakan aparatur sudah terasa dalam kasus ini, dengan demikian tindakan harus segera diambil serta tidak boleh diabaikan apabila negara ini masih ingin disebut sebagai negara hukum.

"Dimanapun ketika satu Tim Advokat belum yakin Majelis itu berpihak pada Pelapor maka kita harus memberi ruang dan kehormatan untuk mengambil kebijakan. Jangan sampai kita diadu dengan Majelis," tandasnya.

Selain itu, dia mengklaim Mabes Polri telah memiliki data mengenai akta tiga notaris yaitu, Eny Sulaksono (akta 18 dan 19), Supriyanto, dan Sukirman.

Ketiga akta yang ada pada Mabes Polri tersebut tertera tanda tangan dari Judio Jose Rizal, yang bila dibawa ke labkrim dan di cek kebenarannya mampu membuktikan keaslian dari tanda tangan Judio Josen Rizal sendiri yang terdapat pada akta notaris Eny Sulaksono.

Bila terbukti keasliannya, maka penjualan yang dilakukan Judio Jose Rizal kepada pelapor, menjadi tidak sah. Maka dari itu, bila jual-beli yang dilakukan dinyatakan tidak sah, pelaporan tidak memiliki dasar hukum, sehingga terdakwa Christoforus Richard harus dibebaskan dari segala dakwaan.

"Sangat disayangkan, Labkrim Mabes Polri ketika mengirim berkas dan tanda tangan ke labkrim polri, tidak mengirimkan tanda tangan pembanding, sekalipun telah disurati berulang kali oleh labkrim polri. Hal ini melanggar ketentuan pasal 6, 10, 80, 81, 82 Perkap no. 10 tahun 2009," pungkasnya.

Cristoforus Richard dituntut hukuman 4 tahun penjara karena dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan memalsukan surat sebagaimana diatur dalam pasal 263 ayat 1 KUHP dan 263 ayat 2 KUHP.

Kasus ini semula merupakan perkara perdata yang telah dimenangkan kliennya ditingkat kasasi. Tapi belakangan kliennya dipidanakan di pengadilan negeri Jakarta Selatan. Kliennya diduga melanggar pasal 263 KUHP Terkait pemalsuan akta 2 bidang tanah seluas ,6,9 ha dan 7 ha milik PT. Nusantara Raga Wisata.[jat]

Komentar

x