Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 September 2018 | 21:44 WIB

Korupsi Pengadilan Tangerang

Geledah 3 Lokasi, KPK Amankan Uang dan Dokumen

Oleh : Agus Irawan | Rabu, 14 Maret 2018 | 21:45 WIB

Berita Terkait

Geledah 3 Lokasi, KPK Amankan Uang dan Dokumen
(Foto: inilahcom/ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah tiga lokasi terkait suap pemulusan gugatan perkara perdata di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang senilai Rp30 juta. Penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti-bukti lain dari praktik suap tersebut.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, tiga lokasi yang digeledah itu antara lain kantor tersangka Hakim PN Tangerang Wahyu Widya Nurfitri (WWN) dan Panitera Pengganti PN Tangerang Tuti Atika (TA) dan Rumah Dinas milik Hakim Wahyu di Komplek Kehakiman Tangerang.

"Kantor tersangka advokat AGS (Agus Wirano) dan HMS (HM Saipudin) di Kebon Jeruk, Jakarta Barat," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/3/ 2018).

Febri menjelaskan penggeledahan tiga lokasi itu dilakukan secara paralel sejak pukul 23.00 wib hingga pukul 03.00 dini hari tadi. Sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara disita penyidik dari ketiga lokasi tersebut.

"Ditemukan bagian dari uang yang diduga merupakan penerimaan pertama sebesar Rp7.450.000 dalam amplop coklat yang bertuliskan nama Kantor Hukum salah satu tersangka," ujarnya.

Sebelumnya, KPK kembali menggelar operasi tangkap tangan terhadap lembaga penegak hukum. Satu orang hakim dan satu orang panitera pengganti kemudian dua orang penasihat hukum diamankan dalam operasi senyap tersebut.

Diduga kuat Panitera Pengganti PN Tangerang Tuti Atika (TA) menerima suap dari pengacara Agus Wiratno dan HM Saipudin sebesar Rp22,5 juta. Suap diberikan agar Hakim Pengadilan Negeri Tangerang Wahyu Widya Nurfitri memenangkan gugatan perdata terkait hak waris yang ditangani oleh Agus dan Saipudin.

Uang suap senilai Rp22,5 juta merupakan pemberian kedua setelah sebelumnya Agus dan HM Saipudin memberikan Rp7,5 juta. Usai diperiksa intensif, KPK pun menetapkan keempat orang tersebut sebagai tersangka.[jat]

Komentar

x