Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 07:23 WIB

Khofifah Akan Perjuangkan Akta Lahir Anak Yatim

Oleh : Fadhly Zikry | Selasa, 13 Maret 2018 | 18:31 WIB

Berita Terkait

Khofifah Akan Perjuangkan Akta Lahir Anak Yatim
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Jakarta - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan berupaya memperjuangkan akta kelahiran bagi anak-anak yatim piatu di daerah tersebut.

"Akta kelahiran harus dipenuhi. Saya berharap akan ada formula dimana anak-anak ini mendapatkan akta kelahiran, terutama dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Mudah-mudahan ketemu formulanya yaitu sebagai anak negara. Jangan sampai tidak memiliki kewarganegaraan karena tidak punya identifikasi sebagai warga negara Indonesia," kata Khofifah dalam keterangannya, Selasa (13/3/2018).

Ketua Umun Pengurus Pusat Muslimat NU itu menambahkan, anak-anak yatim piatu dan yang tidak teridentifikasi orang tuanya harus terpenuhi hak dasar atas kepemilikan Akta Kelahiran sehingga kelak mereka memperoleh perlindungan dan jaminan sosial dari negara.

Anak-anak yang terlahir dari dari kehamilan yang tidak diinginkan dan anak-anak yang tidak diinginkan mempunya hak yang sama dengan anak-anak yang memiliki keluarga, ujar Khofifah.

"Mereka berhak atas akta kelahiran yang merupakan identitas mereka sebagai warga negara Indonesia. Demikian halnya anak-anak di panti-panti," tegas Khofifah.

Akta kelahiran merupakan hak dasar setiap anak Indonesia seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 sebagai perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam pasal 27 ayat 1 dan 2 disebutkan bahwa identitas diri setiap anak harus diberikan sejak kelahirannya. Identitas tersebut dituangkan dalam akta kelahiran.

Dikatakan Khofifah, akta kelahiran merupakan bukti otentik seseorang sebagai warga negara. Dengan akta kelahiran, anak-anak dapat bersekolah mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Kelak anak tersebut juga dapat mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), menggunakan hak pilih dalam Pemilu, pengurusan hak waris, mengurus paspor, menikah atau mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM).

Khofifah sebelumnya melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Millinium, Tenggulunan, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (13/3).

Kunjungan ke Pondok Pesantren Millinium ini merupakan kunjungan ketiga kalinya. Dalam dua kunjungan sebelumnya, Khofifah datang saat menjabat sebagai Menteri Sosial.

Ia merinci, kunjungan pertamanya saat itu adalah mengirimkan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dan kunjungan kedua adalah saat ia meminta Direktur Anak Kementerian Sosial untuk memediasi membantu agar anak-anak panti mendapatkan akta kelahiran.

"Saya selalu rindu untuk kembali datang bertemu mereka. Saya merasakan sambutan anak-anak yang begitu hangat, saya bisa merasakan tatapan mata yang jernih dan hati yang bersih. Dalam usia sekecil ini mereka hidup tanpa mengetahui siapa ayah dan ibunya, maka sudah menjadi tugas negara untuk melindunginya. Pertama dan yang utama adalah hak akta kelahiran anak-anak 'Negara' ini," tuturnya.

Khofifah juga berharap anak-anak tersebut segera dapat terpenuhi hak dasarnya berupa akta kelahiran. Menteri Sosial periode 2014-2018 itu juga telah meminta pemerintah setempat memberikan jalan dan memberi perhatian khusus terhadap mereka. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x