Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 07:17 WIB

Bursa Cawapres Jokowi

Ketimbang AHY, Mending dari Golkar

Oleh : Ivan Setyadi | Selasa, 13 Maret 2018 | 03:18 WIB

Berita Terkait

Ketimbang AHY, Mending dari Golkar
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing

INILAHCOM, Jakarta - Pasca kehadiran Jokowi ke acara Rapimnas Demokrat minggu lalu, isu duet Jokowi-AHY mencuat. Keduanya memang tampak akrab di acara Demokrat tersebut.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menilai sosok AHY belum mumpuni untuk menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019.

"Dia kan di TNI mundur, tidak sampai selesai. Padalah militer itukan panggilan jiwa," kata Emrus kepada INILAHCOM, Senin (12/3/2018).

Belum lagi, jika AHY dan Demokrat bergabung dengan Jokowi, ada banyak parpol pendukung Jokowi lainnnya yang sudah lebih dulu bergabung dan juga sudah lebih dulu menyodorkan jagoannya untuk jadi cawapres Jokowi nanti.

"Daripada AHY saya menilai lebih pas dari Golkar, ada JK dan Airlangga. Golkar inikan pemenang kedua 2014 kemarin," ungkapnya.

Dua nama dari Golkar di atas kata Emrus, sudah mumpuni dalam dunia perpolitikan Indonesia."Sudah tak berpikir soal jabatan semata, tapi sudah sampai pada pengabdian pada bangsa saya kira," tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sinyal untuk mendukung Presiden RI Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang. Hal itu disampaikan Presiden RI ke-6 dalam pidatonya kala membuka Rapimnas Partai Demokrat 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018).

"Pak Presiden ( Jokowi). Jika Allah menakdirkan, senang partai Demokrat bisa berjuang bersama bapak," kata SBY.

Dengan pernyataan itu, skema duet Jokowi-AHY pun mencuat. Keduanya juga tampak akrab saat membuka secara resmi acara Rapimnas Demokrat tersebut.[van].

Komentar

Embed Widget
x