Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 12:29 WIB
 

Fadli Zon dan Fahri Hamzah Dilaporkan Karena Hoax

Oleh : - | Senin, 12 Maret 2018 | 20:17 WIB
Fadli Zon dan Fahri Hamzah Dilaporkan Karena Hoax
Fahri Hamzah dan Fadli Zon - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Fadli Zon dan Fahri Hamzah dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena diduga melakukan penyebaran hoax dan kebencian berdasarkan SARA.

Pelaporan dilakukan hari ini, Senin 12 Maret 2018, di SPK Polda Metro Jaya, Jl. Sudirman No. 55, Jakarta Selatan. Pelaporan dilakukan oleh seorang warga negara Indonesia bernama Muhammad Rizki dengan Laporan Polisi Nomor LP/1336/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Pelapor didampingi kuasa hukum dari Cyber Indonesia atas nama Habib Muannas Al-Aidid dan Zakir Rasyidin.

"Laporan ini dilakukan karena keduanya diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 UU ITE," kata Muannas.

Akun @FahriHamzah dianggap menyebarkan hoax dari pemberitaan Jawa Pos "Ketua MCA adalah Ahokers, Maling Teriak Maling dan Ngaku Muslim Segala" tanggal 4 Maret 2018 yang Jawa Pos sendiri sudah melakukan klarifikasi dan permintaan maaf, tapi Fahri Hamzah tidak mau mengklarifikasi dan minta maaf berikut link tweet Fahri Hamzah

Sementara itu, @fadlizon dilaporkan karena me-RT konten hoax dari @Fahrihamzah dan seperti halnya Fahri Hamzah, Fadli Zon juga tidak mau me-RT klarifikasi dan permintaan maaf dari akun @JawaPos.

"Selain me-RT hoax dari akun Fahri Hamzah, Fadli Zon dilaporkan karena dugaan menyebarkan kebencian berdasarkan isu SARA dan adu domba umat," ujarnya.

Dalam twitnya, tanggal 3 Maret 2018 Fadli Zon mengaitkan penegakan hukum yang dilakukan oleh Pemerintah saat terhadap jaringan hoax MCA dengan framing "penyudutan umat Islam dan labeling muslim".

Dan sebelumnya pada tanggal 3 September 2017, Fadli Zon juga pernah mencuit tuduhan Pemerintah Jokowi tidak mendukung pengungsi Rohingya yang diusir dan dibantai karena Rohingya adalah muslim.

"Twit-twit Fadli Zon itu diduga dengan sengaja ingin membentuk opini pemerintahan Jokowi tidak peduli bahkan meminggirkan umat Islam," ujar Muannas.

Dia menjelaskan posisi Cyber Indonesia sebagai lembaga advokasi diminta memberi bantuan hukum untuk melaporkan.

"Cyber Indonesia tidak hanya lembaga untuk monitoring dan edukasi tapi juga konsultasi hukum dan advokasi," ujar Muannas.

Cyber Indonesia memberikan advokasi hukum pada Pelapor Fadli Zon dan Fahri Hamzah dengan alasan bagian dari partisipasi publik mendukung program pemerintah dalam rangka memerangi hoax dan ujaran kebencian di medsos.

"Karena yang melaporkan ini ada saksi yang dilaporkan FZ beberapa waktu lalu, jadi ini harus dinilai sebagai upaya mencari kebenaran materil sebagamana yang menjadi ruh dalam hukum pidana khususnya soal sebutan arsitex hoax yang belakangan marak dibicarakan di media," katanya.

Selain itu, membangun kritik dengan sentimen SARA harus dihentikan apalagi tanpa dukungan data dan fakta akurat.

"Kami menilai ini bukan kebebasan berpendapat melainkan bagian dari ujaran kebencian, berbahaya karena dapat memecah belah masyarakat," pungkasnya. [rok]

Komentar

 
x