Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 01:45 WIB
 

Rampak Sarinah Perjuangkan Hari Kebaya Nasional

Oleh : - | Senin, 12 Maret 2018 | 18:44 WIB
Rampak Sarinah Perjuangkan Hari Kebaya Nasional
(Foto: inilahcom/Dok)

INILAHCOM, Depok - Rampak Sarinah memperjuangkan Hari Kebaya Nasional dan akan mengusulkan Kebaya sebagai national heritage kepada Unesco.

"Penetapan Hari Berkebaya Nasional (22 Desember) akan menjadi salah satu alasan untuk mengusulkan Kebaya sebagai warisan budaya nusantara kepada Unesco," ujar penggagas Rampak Sarinah, Eva K Sundari, di sela-sela acara Pendidikan Kaderisasi Khusus Perempuan 1 (PKKPN) PDIP di Depok, Jawa Barat, Senin (12/3/2018).

Usulan tersebut akan disampaikan oleh Ketua DPP PDIP Sri Rahayu pada pidato penutupan PKKPN (Pendidikan Kaderisasi Khusus Perempuan 1) di Depok hari ini di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat. Rencananya, penutupan akan dilaksanakan oleh Wasekjen DPP PDI Perjuangan Utut Adianto.

"Rampak Sarinah memilih kebaya sebagai wujud atas amanah Trisakti ketiga yaitu Berkepribadian dalam Kebudayaan. Hasil riset menunjukkan bahwa sudah sejak dahulu kebaya adalah pakaian ibu-ibu berbagai suku di Nusantara," ujar Eva.

Selain itu, Rampak Sarinah mengajak semua perempuan untuk membangun gerakan perempuan berdasar ideologi negara yaitu Pancasila sekaligus menjalankan tugas peradaban sebagai pendidik pertama dan pembentuk karakter nasionalis kepada anak-anak dan keluarga.

"Sebagaimana pesan Sukarno, perempuan harus mengatasi ketertinggalan mereka untuk menjadi sama kuat dengan laki-laki agar menjadi 2 sayap Garuda untuk terbang tinggi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Eva yang juga anggota DPR dari Fraksi PDIP.

Para peserta pendidikan PKKPN akan melakukan joget bersama Maumere dan Jaran Goyang seusai penandatanganan janji perjuangan mengerakkan perempuan nasionalis untuk mewujudkan keadilan sosial di saat penutupan.

Semua akan menggunakan kebaya putih dan berkain nusantara serta kerudung Ibu Fatmawati berwarna merah bagi yang muslim.

"Hal ini sesuai pesan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bahwa militansi perjuangan ideologis yang panjang akan mudah kita jalani bila kita ikhlas dan gembira," katanya. [rok]

Komentar

 
x