Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 05:16 WIB

Usulan DPRD Pilih Kepala Daerah Pernah Ditolak SBY

Oleh : Agus Irawan | Senin, 12 Maret 2018 | 15:15 WIB

Berita Terkait

Usulan DPRD Pilih Kepala Daerah Pernah Ditolak SBY
Peneliti Formappi Lucius Karus - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Formappi Lucius Karus menegaskan, usulan pemilihan kepala daerah kembali dilakukan melalui sistem tidak langsung sudah pernah ditentang habis-habisan di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebagaimana diketahui, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengusulkan agar pemilihan kepala daerah dilakukan melalui DPRD.

Usulan ini dinilai diwacanakan Bamsoet karena kasus korupsi yang menimpa kepala daerah menunjukkan adanya masalah serius terkait sistem pemilihan langsung yang berlaku selama ini.

Lucius mengatakan, ditentangya usulan pemilihan kepala daerah melalui sistem tidak langsung mendorong SBY untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu).

"Dari situ saja sebenarnya sudah kelihatan betapa usulan sistem pemilu kepala daerah sebagaimana disampaikan Bamsoet sesungguhnya sudah tidak populis untuk disampaikan lagi," kata Lucius,Jakarta, Senin (12/3/2018).

Untuk itu, menurutnya, kasus korupsi yang banyak menimpa kepala daerah tak bisa disederhanakan dengan melakukan perubahan sistem pemilihan langsung.

Jika DPR mau mencari jalan keluar untuk korupsi, jawabannya ada pada partai politik masing-masing. Ia menegaskan, pentingnya menghilangkan budaya mahar politik yang menjadi perisai parpol setiap kali momentum Pilkada berlangsung.

Disamping itu, menurut Lucius setiap parpol harus mencari jalan keluar atas persoalan keuangan internal.

Persoalan keuangan internal parpol inilah yang membuat mereka selalu menggunakan segala cara untuk mendapatkan dana politik, termasuk melanggengkan kebiasaan mahar politik.

"Mereka sesungguhnya yang menjadi biang korupsi kepala daerah, bukan rakyat yang memberikan suara untuk memilih langsung kepala daerahnya," pungkasnya.

Komentar

Embed Widget
x