Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 September 2018 | 11:03 WIB

Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD Dinilai Sesat

Oleh : Agus Irawan | Senin, 12 Maret 2018 | 13:02 WIB

Berita Terkait

Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD Dinilai Sesat
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Formappi Lucius Karus mengatakan kasus korupsi yang banyak menimpa kepala daerah tak bisa disederhanakan dengan melakukan perubahan sistem pemilihan langsung.

Hal ini disampaikannya menyikapi usulan Ketua DPR Bambang Soesatyo agar pemilihan kepala daerah dilakukan melalui DPRD.

Usulan ini dinilainya diwacanakan Bamsoet karena kasus korupsi yang menimpa kepala daerah menunjukkan ada masalah serius terkait sistem pemilihan langsung yang berlaku selama ini.

"Jika demikian, seolah-olah peran serta langsung rakyat untuk memilih langsung kepala daerahnya merupakan akar korupsi kepala daerah. Jadi, rakyat disalahkan untuk korupsi yang dilakukan kepala daerah," ujar Lucius, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Alih-alih disebabkan oleh faktor pemilihan langsung, ia menilai akar persoalan korupsi kepala daerah justru lebih banyak ditimbulkan oleh sistem rekrutmen dan kinerja parpol.

"Mahar politik itu sama sekali tak ada hubungannya dengan sistem pemilihan langsung atau tidak langsung. Sistem apapun, jika parpol selaku pengusung calon kepala daerah tak juga mengubah pola rekrutmen dan kerja politiknya, maka peluang korupsi pada kepala daerah selalu terbuka," paparnya.

Dengan demikian usulan untuk mengganti sistem pemilihan kepala daerah dari langsung ke tidak langsung demi menuntaskan korupsi yang dilakukan kepala daerah dianggap menyesatkan.

"Ini solusi yang nampaknya hanya ingin mengambinghitamkan rakyat untuk kesalahan yang sesungguhnya dilakukan oleh partai politik dan kepala daerah itu sendiri," tandasnya.

Komentar

x