Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 17:06 WIB

Punya Modal, Demokrat Harus Pintar Pilih Calon

Oleh : Ivan Setyadi | Sabtu, 10 Maret 2018 | 14:59 WIB

Berita Terkait

Punya Modal, Demokrat Harus Pintar Pilih Calon
Pengamat Komunikasi Politik Paramadina Hendri Satrio - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Komunikasi Politik Paramadina Hendri Satrio, mengatakan Partai Demokrat merupakan partai petahana di ajang perpolitikkan Indonesia, 10 tahun berhasil membawa SBY, menjadi presiden Indonesia.

"Di 2014 (Demokrat) tidak jeblok-jeblok banget di peringkat 4 ada sekitar 6% suara. Jika hanya mengusung satu calon akan merugikan Demokrat, sebaiknya ada lebih dari satu calon," ujarnya ketika ditanyakan soal Rapimnas Partai Demokrat, jika mengusung satu nama dalam pencalonan Presiden pada pemilu 2019, Sabtu (10/3/2018).

Lebih jauh, Hendri memberikan alasannya jika mengusung lebih dari satu calon, menurutnya akan memudahkan partai lain berkoalisi dengan Demokrat."Artinya, ada kombinasi yang lebih leluasa dibanding dengan satu nama," cetusnya.

Selain itu, dengan lebih satu nama akan memudahkan Demokrat menentukan, nanti akan berada di pihak mana."Apakah satu poros dengan Jokowi, atau satu poros dengan Gerindra atau membuat poros baru. Jika hanya disodorkan satu nama kemungkinan besar agak sulit memainkan kombinasi politik dan rugi juga buat Demokrat. Karena sebetulnya, Demokrat ini punya nama-nama yang menurut saya punya potensi yang bisa diusung untuk di 2019," tegasnya.

Disebut beberapa nama, Hendri, menjawab nama-nama seperti CT dan TBG boleh dan pantas diusung pada Rapimnas partai Demokrat.

"Jadi kalau Demokrat ingin mengusung misalnya AHY, CT dan TGB menurut saya akan lebih leluasa. TGB misalnya, dia terkenal dan dikenal sebagai pemimpin umat dan berpengalaman di NTB. Memiliki nilai plus poin. Begitu juga dengan CT, dikenal sebagai pengusaha dan memiliki toleransi tinggi,' bebernya.

"Kalau mau bermanufer sedikit, bisa juga menghadirkan pak Karwo. Walaupun elektabilitas pak Karwo paling kecil, tetapi sebagai Gubernur salah satu provinsi terbesar di Indonesia menurut saya layak juga di ajukan," sambungnya. [van].

Komentar

x