Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 September 2018 | 22:38 WIB

IWD Siap Fasilitasi Debat Raja Juli-Fadli Zon

Oleh : Willi Nafie | Sabtu, 10 Maret 2018 | 07:35 WIB

Berita Terkait

IWD Siap Fasilitasi Debat Raja Juli-Fadli Zon
Sekjen PSI Raja Juli Antoni dan Waketum Gerindra Fadli Zon - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Indonesia Watch fot Democracy (IWD)
siap menjadi fasilitator debat antara Sekjen PSI Raja Juli Antoni dan Waketum Gerindra Fadli Zon.

Hal ini disampaikan Peneliti IWD Abi Rekso disela sela acara diskusi media yang diselenggarakan Indonesia Watch fot Democracy (IWD) yang bertajuk "Hoax Tumbuh Subur Karena Partai Oposisi Tidak Kredibel?" di Bakoel Koffie, Jumat (9/03/2018),

"IWD siap memfasilitasi diskusi atau bahkan debat terbuka yang konstruktif antara oposisi dan pemerintah. Bahkan debat lanjutan antara Raja Juli Antoni dan Fadli Zon" ungkap Abi.

Abi menjelaskan perdebatan itu sebagai pintu masuk untuk diskusi mendalam dalam rangka pembangunan kualitas demokrasi kita.

"Oposisi itu penting dalam penguatan demokrasi dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni sudah memulai itu dalam acara ILC belum lama ini" pungkas Abi.

Selain Abi Rekso, dalam diskusi tersebut hadir Aktivis Lingkar Madani, Ray Rangkuti. Menurut Ray, hampir semua parpol premitif terhadap hoax, mereka berteriak ketika menjadi korban.

"Reaksi Fadli Zon terhadap MCA misalnya, bukannya mendorong kepolisian untuk mengungkap siapa di belakang MCA, malah muncul dengan wacana MCA Asli dan MCA Palsu. Harusnya Fadli Zon tahu betapa sakitnya menjadi korban. Minimal tunjukkan empati" kata Ray.

Selain mengkritik Fadli Zon, Ray juga mengkritisi Fahri Hamzah sebagai pimpinan DPR.

"Jika bahasa Anda (Fahri Hamzah) setiap hari hanya lewat begitu saja dianggap angin lalu bahkan jadi olok-olokan publik maka jabatan anda bermasalah. Harusnya pimpinan DPR bahasanya bisa menggerakkan orang. Jadi karena bahasa mereka, setiap hari malah menjadi olok-olokkan. Maka dibuatlah UU MD3 untuk membentengi mereka dari olok-olokkan publik. Harusnya intropeksi diri, batasi bicara yang tidak penting, berikan pendidikan politik" tegas Ray.

Soal hoax yang marak, Ray menilai persoalannya hoax sudah masuk menjadi bagian integral sebagai strategi pemenangan untuk meraih kekuasaan tanpa memikirkan daya rusak terhadap demokrasi itu sendiri.

"Di satu sisi oposisi tidak membangun tradisi kritik yang sehat. Ini menyumbang tumbuh suburnya hoax. Hoax menajdi penyakit sosial, dan harus ada parpol yang tegas menolak cara-cara hoax. Sehingga ada suara yang sama menolak penyakit sosial ini. Sisakan juga ruang publik untuk memfasilitasi jembatan penyelesaian" pungkas Ray.

Pengamat politik Boni Hargens seyogianya hadir dalam diskusi ini memberikan catatan. Menurutnya oposisi harus mau belajar lagi. Belajar tentang berpolitik yang cerdas, etis dan demokratis.

"Dialektika demokrasi itu bukan seberapa banyak kita mengkritik lawan, tapi seberapa bermutu kualitas kritik kita" kata Boni.

Pembicara lain yang sudah diundang IWD adalah Politisi Gerindra, A Riza Patria. Namun Riza Patria berhalangan hadir karena ada tugas di luar kota. [wll]

Komentar

x