Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Juni 2018 | 12:05 WIB
 

Polri Ringkus Pemalsu Arang Shisa Ekspor

Oleh : M Yusuf Agam | Jumat, 9 Maret 2018 | 21:00 WIB
Polri Ringkus Pemalsu Arang Shisa Ekspor
Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipieksus) Bareskrim Polri menangkap pelaku pemalsuan arang untuk shisa.

Adapun pelaku yang diamankan berinisial TH. Tersangka memalsukan arang orisinal tersebut dengan nama Cocobrico.

"Kami melakukan penegakan hukum supaya kita menjaga suatu proses bisnis yang benar, artinya tidak ada persaingan bisnis yang seperti ini yang kemudian merugikan," kata Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya di gedung KKP, Jakarta Pusat, Jumat (9/3/2018).

Ia menjelaskan, penangkapan TH berawal dari adanya aduan pemilik pabrik Cocobrico Yvonne S Lima yang sering mendapat keluhan.

Keluhan itu menyangkut adanya arang palsu yang beredar di Rusia dan Jerman. TH, lanjut Agung, diketahui sudah melakukan aksinya dengan mengekspor produknya sejak 2012 di pabriknya yang berada di Jepara.

Selama lima tahun, setidaknya TH sudah berhasil mengirim 11 kontainer Cocobrico ke Rusia dan Jerman melalui kargo laut.

Adapun TH menjual dengan harga Rp 10 ribu per kotak untuk diekspor. Sedangkan harga di pasar adalah Rp 25 ribu.

"Yang aslinya dijual kurang-lebih Rp 25 ribu, kalau yang palsu hanya Rp 10 ribu, setengahnya," ucap Agung.

Ia mengungkapkan, hasil penyelidikan sementara terdapat perbedaan antara Arang produk yang asli dan palsu.

"Dari hasil penyelidikan, terdapat sejumlah perbedaan antara produk asli dan palsu. Untuk yang orisinal seharusnya tidak ada asap dan bau. Kemudian arang orisinal semestinya nyala terus-menerus dan ada standardisasi. Sedangkan yang palsu berasap dan berbau serta tanpa ada standar yang baik," paparnya.

Lebih jauh, perbedaan mencolok lainnya terlihat dari bentuk paket kemasan Cocobrico. Paket orisinal dikemas dengan kotak yang lebih kecil dan berwarna terang.

"Sedangkan produk palsu dikemas dengan kotak lebih besar dan berwarna gelap," ucapnya.

Tags

Komentar

 
x