Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 16:25 WIB
 

Tak Ingin Terjerat Pasal Hate Speech, Hindari Ini

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 9 Maret 2018 | 13:42 WIB
Tak Ingin Terjerat Pasal Hate Speech, Hindari Ini
Kepala Unit 5 Subdirektorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kompol James - (Foto: inilahcom/Happy Karundeng)

INILAHCOM, Jakarta - Polda Metro Jaya terus melakukan siber patrol untuk mengantisipasi penyebaran ujaran kebencian atau hate speech.

Kepala Unit 5 Subdirektorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kompol James menjelaskan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar masyarakat tak terlibat menebarkan ujaran kebencian atau kampanye hitam di sosial media.

"Intinya, kata-kata yang dibuat oleh kelompok orang jangan sampai mendiskreditkan satu kelompok tertentu yang berdasarkan pada prasangka," katanya di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Pertama masyarakat diimbau untuk tidak mengunggah sesuatu di sosial media dan mendiskreditkan seseorang, kelompok tertentu, atau pasangan calon tertentu pada Pemilihan Kepala Daerah serentak.

"Jadi jangan sampai mengunggah sesuatu yang mendiskreditkan. Baik perorangan tapi diketahui pubik atau kelompok. Kelompok itu kan luas," jelasnya.

Masyarakat juga diminta untuk tidak mengunggah sesuatu yang hanya berbasis prasangka tanpa data yang pasti.

"Yang kedua, jangan berbasis prasangka. Tidak jelas apa yang kita sampaikan, tapi hanya berdasarkan prasangka-prasangka buruk," bebernya.

Apalagi, mengunggah status yang tujuannya, untuk menyulut kebencian atau prasangka yang buruk, agar masyarakat berpikiran negatif.

"Termasuk menyebarkan berita hoaks," ujar James.

Ia menjelaskan, pelaku penyebar ujaran kebencian dapat dijerat Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 28 ayat (2) dan Jo Pasal 45 dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

"Makanya kita harus lebih bijak menyampaikan postingan-postingan, kata-kata, gambar-gambar, atau video-video, sehingga kita tidak jadi pelaku penebar kebencian," tandasnya. [ton]

Komentar

 
x