Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Juni 2018 | 12:02 WIB
 

KPK Telusuri Uang Suap Yang Dibawa Lari ke Hutan

Oleh : Ivan Setyadi | Kamis, 8 Maret 2018 | 17:04 WIB
KPK Telusuri Uang Suap Yang Dibawa Lari ke Hutan
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan fakta baru terkait praktik suap yang melibatkan Walikota Kendari Adriatma Dwi Putra.

Saat melakukan penangkapan, penyidik menyebut uang suap yang hendak disita, dibawa kabur ke hutan.

"Penyidik menelusuri pergerakan uang setelah ditarik dari bank, dibawa mobil ke jalanan di lokasi hutan di Kendari dan sejumlah tempat," ungkap Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (8/3/2018).

Selain itu, Febri menyebut penyidik KPK menelusuri asal-usul uang Rp 1,5 miliar yang ditarik dari bank. Sebab, dugaan penerimaan suap kepada Adriatma diduga Rp 2,8 miliar.

Uang itu diduga dimintakan Adriatma dari Dirut PT Sarana Bangun Nusantara (SBN) Hasmun Hamzah untuk bantuan kampanye ayahnya, cagub Sultra Asrun. Asrun juga merupakan Wali Kota Kendari 2 periode, 2007-2017.

KPK menetapkan Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra (ADP) dan sang ayah Asrun, yang merupakan calon Gubernur Sulawesi Utara sebagai tersangka suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Kendari tahun 2017-2018.

Atas perbuatannya, Hasmun Hamzah selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Adriatma, Asrun dan Fatmawati selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 11 atau Pasal 12 huruf a atau b Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.[van].

Tags

Komentar

 
x