Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 13:22 WIB

Pengakuan Ba'asyir untuk Grasi Dinilai Tak Perlu

Oleh : Ray Muhammad | Kamis, 8 Maret 2018 | 07:00 WIB
Pengakuan Ba'asyir untuk Grasi Dinilai Tak Perlu
Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir melalui kuasa hukumnya, menolak mengajukan grasi ke Presiden Jokowi meski kondisi kesehatannya saat ini sudah tidak memungkinkannya menjalani hukuman kurungan.

Adapun penolakan ini karena pengajuan grasi harus disertai pengakuan bersalah. Sementara, Ba'asyir sampai saat ini meyakini dirinya tidak bersalah. Bahkan, ia bersedia untuk mati apabila dipaksa mengaku bersalah.

Pengamat Terorisme Taufik Andrie menyikapi, pengakuan bersalah itu sebenarnya tak diperlukan Ba'asyir. Hal ini dikarenakan pemberian grasi oleh pemerintah perlu dilakukan atas dasar pertimbangan kemanusiaan.

"Saya kira tidak perlu seketat itu karena argumentasinya bukan lagi urusan hukum atau administratif tapi kemanusiaan. Hal-hal yang mendesak harus didahulukan," kata Andrie kepada INILAHCOM, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Ia menuturkan, melihat usia Ba'asyir yang saat ini sudah renta, urusan pengakuan serta permohonan maaf di hadapan publik atas kesalahannya sebaiknya menjadi hal yang dinomorduakan pemerintah.

"Hal administrtatif seperti pengakuan di depan publik menurut saya tidak. Tidak mutlak, artinya ada fleksibilitas lah," tandasnya.

Komentar

x