Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 18:04 WIB

MUI Sebut Syarat Grasi Ba'asyir Undang Perdebatan

Oleh : Ray Muhammad | Rabu, 7 Maret 2018 | 05:00 WIB

Berita Terkait

MUI Sebut Syarat Grasi Ba'asyir Undang Perdebatan
Wasekjen MUI Najamudin Ramli - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyikapi pandangan berbagai pihak yang menyebut terpidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir bisa mendapatkan grasi dengan syarat harus mengakui kesalahannya.

Wasekjen MUI Najamudin Ramli mengatakan masalah persyaratan grasi untuk Ba'asyir memang menjadi sesuatu yang mengundang perdebatan publik.

Perdebatan itu antara lain tak bisa diberikannya grasi jika Baasyir enggan mengakui kesalahanya dan kemungkinan adanya instrumen hukum lainnya untuk meringankan hukuman 15 tahun yang dijatuhkan kepadanya.

"Itu memang penuh perdebatan. Maka, kami kembalikan kepada keluarga Abu Bakar Baasyir. Kemudian ditanyakan juga kepada Abu Bakar Ba'asyir, apakah beliau mau (mengakui kesalahannya)," ujar Najamudin kepada INILAHCOM, Jakarta, Senin (6/3/2018).

Ia menambahkan, persoalan grasi sudah menjadi bagian dari ranah hukum yang tak akan dicampuri oleh MUI. Menyangkut Ba'asyir, lanjutnya, MUI hanya bisa menyampaikan hal-hal yang menyangkut persoalan kemanusiaan yang kini dalam kondisi sakit dalam menjalani masa hukumannya.

"MUI tidak meampuri aspek hukumnya. Kami serahkan kepada kuasa hukum beliau. Biarlah kuasa hukum beliau yang berinteraksi dengan Abu Bakar Ba'asyir apakah beliau berkenan atau tidak," tuturnya.

Komentar

x