Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 25 Mei 2018 | 02:37 WIB
 

Korban Sodomi Anak SMP Diduga Lebih dari 4 Bocah

Oleh : - | Selasa, 6 Maret 2018 | 21:20 WIB
Korban Sodomi Anak SMP Diduga Lebih dari 4 Bocah
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Malang - Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung meminta orangtua para korban kekerasan seksual untuk tidak takut melapor ke Polres.

"Silahkan orangtua korban melapor ke Polres. Pelakunya pasti kita proses segera. Jangan sampai dibiarkan. Pasti diulangi, akan kita proses secara hukum siapapun pelakunya," ," tegas Ujung, Senin (6/3/2018).

Keempat bocah laki-laki warga Desa Gadungsari, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, menjadi korban sodomi oleh pelajar SMP kelas IX berinisial Y (15).

Korban diperlakukan tak senonoh saat bermain ke rumah pelaku yang tercatat, masih tetangganya. Keempat bocah laki-laki itu berinisial R (kelas 4 SD), RN (kelas 2 SD), A (kelas 2 AD) dan RD (kelas 3 SD).

Aksi ini terungkap setelah ibu kandung korban, sempat memergoki pelaku bersama korban di dalam kamar sebelum akhirnya pintu didobrak dari luar.

Kejadian ini juga diketahui orangtua para korban dari guru sekolah tempat keempat korban menimba ilmu di SDN Gadungsari.

"Kami bersama orangtua seluruh korban sempat menemui pelaku dan orangtuanya beberapa hari lalu. Saat itu jawaban dari orangtua pelaku meminta maaf, alasanya karena orangtuanya tidak ada dirumah, tidak bisa mengawasi anaknya," ungkap Widiah (28), Senin (6/3/2018).

Widiah adalah ibu kandung dari RD. Dirinya berharap pelaku bisa dihukum sesuai perbuatanya agar jera dan tidak mengulangi perbuatanya dikemudian hari.

"Saya pinginnya pelaku ini biar jera. Kalau tidak saya takut nanti diulangi lagi. Anak saya juga diancam tidak boleh bercerita pada orang lain setelah disodomi," bebernya.

Selain 4 korban yang mendatangi rumah pelaku, diduga perbuatan asusila sesama jenis sudah dilakukan Y sejak lama. Pasalnya, saat kepergok membuka celana, ada 3 orang bocah laki-laki yang ketakutan dan lari.

"Ada 3 orang anak yang sampai lari ketakutan. Kalau anak saya disodomi beberapa waktu lalu. Jamnya sekitar siang sepulang sekolah waktu bermain dirumah pelaku," pungkas Widiah.[beritajatim]

Komentar

 
Embed Widget

x