Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 10:09 WIB
 

Implikasi Naik Kelas Politik Mayor AHY

Oleh : R Ferdian Andi R | Selasa, 6 Maret 2018 | 20:43 WIB
Implikasi Naik Kelas Politik Mayor AHY
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemilu 2019 menjadi pembuktian Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) naik kelas secara politik, Purnawirawan Mayor TNI itu kini berada di jajaran kelas satu elit politik di Indonesia. Apakah ini memudahkan jalan AHY menduduki jabatan tertinggi melalui Pemilu 2019?

Pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono dengan Presiden Joko Widodo pada Selasa (6/3/2018) menjadi penanda figur AHY naik kelas. Bila sebelumnya saat berkunjung ke Istana pada Agustus tahun lalu, AHY ditemui putera pertama Jokowi, Gibran beserta Jokowi. Kini, AHY ditemui langsung Jokowi dan Sekretaris Negara Pratikno.

Kehadiran AHY dalam kapasitasnya sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat. AHY mengundang Jokowi untuk hadir dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat yang akan digelar akhir pekan ini, 10-11 Maret 2018.

AHY dalam kapasitasnya sebagai politisi Partai Demokrat kini telah masuk dalam jajaran elit politik nasional. Namanya berseliweran sebagai sosok yang diunggulkan sebagai calon wakil presiden (Cawapres) di sejumlah perusahaan riset politik. Ia mengalahkan sejumlah tokoh yang lebih lama berkarir di politk.

Ia kini telah fasih bicara soal politik Pemilu 2019. Seperti pernyataannya saat ditanya apakah ada peluang Partai Demokrat mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019? Ia mengungkapkan, Partai Demokrat memegang tiket 10 persen. Hanya saja ,AHY secara diplomatis menjawab dalam politik hal tersebut bukanlah perkara yang tidak mungkin. "Koalisinya tentu akan dipertimbangkan. (Namun) saya tidak dalam kapasitas berbicara dengan Pak Jokowi," sebut AHY

Kunjungan politik AHY tidak hanya ke Jokowi. Sebelumnya, AHY juga menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. AHY juga mengagendakan pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

AHY yang rajin menggelar roadshow politik ke sejumlah tokoh dan ditempatkan sebagai sosok penting di Partai Demokrat memiliki dampak penting bagi figur AHY. Kini, ia telah sejajar dengan sejumlah tokoh politik senior lainnya. Pertemuan AHY yang tak bisa ditampik sebagai representasi politik SBY, telah bermetamorfosis sebagai politisi "kemarin sore" menjadi politisi yang diperhitungkan.

Pertanyaannya, apakah posisi yang kini diemban AHY akan memuluskan langkahnya dalam politik 2019 mendatang? Untuk menjawab tersebut tentu tergantung komunikasi politik yang dirajut serta konstalasi politik.

Sejumlah opsi yang muncul soal format koalisi dalam Pemilu 2019 mendatang khusus untuk AHY memang setidaknya tersedia dua opsi. Pertama, AHY disandingkan dengan Jokowi sebagai Cawapres, sebagaimana simulasi yang banyak bermunculan dari perusahaan riset politik belakangan ini. Opsi ini, nama AHY unggul dibanding nama-nama politisi gaek lainnya.

Opsi kedua, AHY dan Partai Demokrat dapat menjadi lokomotif koalisi ketiga di luar kekuatan Jokowi dan Prabowo. Opsi memasangkan Muhaimin-AHY yang belakangan santer, juga layak untuk dijajaki. Semua tergantung komunikasi politik dan kesepakatan politik di antara partai politk.

Di atas semua itu, figur AHY telah bertransformasi politik yang cukup cepat. Tentara yang berpangkat mayor kini telah masuk dalam pusaran perbincangan perebutan posisi Panglima Tertinggi yang tak lain Presiden. Meski, AHY tak bisa dilepaskan dari bayang-bayang SBY.

Komentar

x