Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 05:12 WIB

4 Bocah SD jadi Korban Sodomi Anak SMP

Selasa, 6 Maret 2018 | 18:47 WIB

Berita Terkait

4 Bocah SD jadi Korban Sodomi Anak SMP
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Malang - Empat orang anak SD Negeri di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, menjadi korban kejahatan seksual.

Keempat orang anak laki-laki yang masih di bawah umur ini, diperlakukan tak senonoh oleh remaja pria yang masih duduk dibangku Kelas IX SMP berinisial Y (15).

Y diduga melakukan oral seks dengan cara memasukkan kemaluanya pada dubur keempat korban. Kasus ini terungkap setelah orangtua para korban, mendengar dari guru sekolah mereka.

Aksi tak senonoh pelaku juga sempat kepergok ibu kandung salah satu korban. Diduga, pelaku menyodomi korbannya pada saat siang hingga sore hari. Kedua orangtua pelaku yang tidak ada dirumah, dimanfaatkan pelaku untuk mengajak para korban ke dalam kamar rumahnya.

Keempat korban masih berasal dari satu sekolah di SDN Gadungsari, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Keempat bocah laki-laki yang menjadi korban masing-masing berinisial R (kelas 4 SD), RN (kelas 2 SD), A (kelas 2 AD) dan RD (kelas 3 SD).

"Ibu dari salah satu korban sempat memergoki pelaku mengunci kamar bersama korban. Lalu pintu didobrak. Kejadianya sekitar satu minggu lalu," ungkap Widiah (28), ibu kandung dari RD yang menjadi korban perbuatan tak senonoh pelaku, Senin (6/3/2018).

Dengan suara terisak, Widiah berharap ada hukuman setimpal bagi pelaku agar jera dan tidak ada lagi korban kekerasan seksual yang dilakukan pelaku.

Menurut Widiah dari kesaksian anak kandungnya, pelaku mengolesi kemaluannya dengan handbody sebelum melakukan aksi bejatnya tersebut.

"Kata anak saya, duburnya dimasukin. Pelaku lebih dulu mengolesi dengan handbody. Setelah saya datangi kerumahnya, pelaku mengakui mas. Orangtuanya juga minta maaf," beber Widiah.

Keempat korban, lanjut Widiah, tinggal satu desa dan rumahnya berdekatan dengan pelaku. Alasan pelaku menyodomi karena tidak diajak bermain oleh korban. Saat bermain kerumah pelaku, korban lalu dimasukkan ke dalam kamar. Kondisi rumah pelaku sepi karena orangtuanya, bekerja.
"Saya takut dengan kondisi psikis anak saya mas. Korban yang disodomi ini juga diancam oleh pelaku agar tidak bercerita," tutur Widiah.

Widiah bersama orangtua korban sudah melaporkan kejadian ini ke Kepala Desa. Sore ini, Widiah juga masih menunggu keputusan dari Kades Gadungsari terkait masalah ini.
"Selaku orangtua kami tidak terima, biar pelakunya ini dihukum setimpal dan juga jera. Kalau tidak kami takut perbuatanya akan diulangi lagi," harap Widiah.

Menanggapi hal ini, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung akan menindak tegas. "Silahkan orangtua korban melapor ke Polres. Pelakunya pasti kita proses segera. Jangan sampai dibiarkan. Pasti diulangi, akan kita proses secara hukum," tambah AKBP Ujung.[beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x