Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 02:30 WIB

Yasonna Kaji Soal Tahanan Rumah untuk Ba'asyir

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 5 Maret 2018 | 17:33 WIB

Berita Terkait

Yasonna Kaji Soal Tahanan Rumah untuk Ba'asyir
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengatakan pemerintah tidak bisa berinisiatif untuk memberikan grasi terhadap Abu Bakar Ba'asyir.

Menurut dia, grasi harus dimohonkan oleh yang bersangkutan.

"Beliau kan tidak ada mengajukan grasi, jadi bagaimana kita mau respon," kata Yasonna di Istana Negara, Senin (5/3/2018).

Ia mengatakan permohonan grasi itu harus dimintakan oleh Abu Bakar melalui proses pribadi secara langsung, kemudian proses dari Kementerian Hukum dan HAM nanti minta pertimbangan Mahkamah Agung.

"Baru presiden memberi keputusan. (Inisiatif pemerintah) Tidak bisa dong," ujarnya.

Menurut dia, untuk soal tahanan rumah juga putusan dari Pengadilan terhadap Abu Bakar bukan tahanan rumah dan Undang-undang juga tidak demikian. Namun, pemerintah akan memberikan fasilitas yang baik untuk beliau.

"Anytime, perlu berobat kita kasih. Beliau juga ada pendamping berbeda dengan yang lain karena uzur, ada selalu tamping yang mendampingi beliau. Kita betul-betul treat beliau dengan baik lah," jelas dia.

Jadi, kata Yasonna, pemerintah tidak akan memberikan grasi tanpa ada permohonan dari Ba'asyir. Sebab, Ba'asyir dihukum jelas dan akan berbeda jika belia mau potongan atau grasi maka harus diajukan.

"Kan ini harus dikaji juga, tidak bisa datang dari pemerintah pengampunan tanpa dimohonkan. Kalau beliau mengajukan grasi berarti mengaku salah, ini kan persoalan tersendiri," katanya.

Di samping itu, Yasonna mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta supaya membantu Ba'asyir jika ingin berobat bahkan bila perlu dibawa pakai helikopter.

"Setelah kita koordinasi, beliau betul-betul bisa bawa dengan baik ke rumah sakit," katanya.

Namun, lanjut dia, kalau untuk soal tahanan rumah tentu masih dikaji karena status tahanan itu kan belum berkekuatan hukum tetap. Sedangkan, Ba'asyir kan sudah jelas jenis hukumannya.

"Kalau mau grasi harus dimohonkan yang bersangkutan, berarti mengaku salah. Ini kan sudah warga binaan. Anyway, nanti kita lihat lah bisa peluang apa-apa. Pokoknya, grasi kan harus yang bersangkutan," tandasnya. [ton]

Komentar

Embed Widget
x