Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 16 November 2018 | 03:02 WIB

Polri: Kelompok Muslim Cyber Army Terkait Saracen

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 5 Maret 2018 | 12:34 WIB

Berita Terkait

Polri: Kelompok Muslim Cyber Army Terkait Saracen
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran

INILAHCOM, Jakarta - Polri masih menyelidiki para pelaku ujaran kebencian yang menyebarkan isu provokasif, penyerangan ulama, hingga Isu kebangkitan PKI.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran mengatakan para pelaku yang tergabung di dalam kelompok Muslim Cyber Army memiliki kaitan dengan kelompok ujaran kebencian sebelumnya yang pernah diungkap yakni kelompok Saracen.

"Dari upaya penindakan, kami lakukan analisis sampai penyerangan ulama. Dari klaster Jatim, Jabar, Banten, terlihat bahwa pelakunya ini terhubung satu sama lain. Pelaku-pelaku yang tergabung dalam MCA juga tergabung dengan klaster X, Saracen," ujar Fadil di di gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (5/3/2018).

Fadil mengatakan isu-isu provokatif ini sengaja terus digencarkan melalui media sosial oleh para pelaku. Selain itu, isu kebangkitan PKI juga disebar di media sosial.

Dari sejumlah isu yang beredar di beberapa daerah yaknj Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan D.I.Y yang mencapai 45 kasus, Fadil mengungkapkan hanya ada 3 kasus yang terjadi. Sebanyak 42 di antaranya adalah isu hoax.

"Bahwa ada 3 kejadian, namun menunjukkan grafik peningkatan di medsos. Mulai 2 Februari, isu penganiayaan terhadap ulama itu terus digulirkan, diviralkan sampai dengan 27 Februari. Setelah itu kemudian grafiknya menurun," ucapnya.

"Ini menunjukkan bahwa pembentukan opini isu penyerangan ulama dilakukan oleh kelompok tertentu di duina maya, internet, medsos," sambung Fadil.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan bahwa hasil analisa Polri dari 45 isu penyerang ulama hanya ada 3 yang benar terjadi peristiwanya.

"Pertama, ada 45 isu penyerangan ulama. Dari 45 itu, hanya 3 yang benar ada peristiwanya. Korbannya adalah ulama, atau pengurus masjid. Di Jawa Timur satu, di Jawa Barat dua," kata Tito di Jakarta Barar, Sabtu (3/3/2018). [rok]

Komentar

Embed Widget
x