Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Juni 2018 | 12:04 WIB
 

Lagi, Polisi Tangkap Pengelola Kelompok MCA

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 5 Maret 2018 | 10:39 WIB
Lagi, Polisi Tangkap Pengelola Kelompok MCA
Direktur Tindak Pidan Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang pria bernama Bobby Gustiono (35). Pria tersebut merupakan pelaku ujaran kebencian yang tergabung dalam kelompok Muslim Cyber Army.

Direktur Tindak Pidan Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran mengatakan pelaku merupakan salah satu orang penting dalam kelompok ujaran kebencian tersebut. Pelakj diduga sebagai salah satu admin dan pengelola di kelompok Muslim Cyber Army.

"Pelaku yang menggunakan Profile Picture 'seorang anak kecil' di Akun FB Bobby Siregar dan Bobby Gustiono. Selain sering memposting Hate Speech, SARA dan HOAX ke group-group FB yang diikutinya (lebih dari 50 group FB)," kata Fadil dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/2/2018).

Pelaku ditangkap di kediaman mertuanya yang berada di Serdang Begadai, Sumatera Utara. Pelaku memiliki dua akun Facebook dengan identitas 'Bobby Siregar dan Bobby Gustiono'. Kedua akun tersebut diduga digunakan sebagai wadah untuk menyebarkan ujaran kebencian.

Selain itu, lanjut Fadil, pelaku juga memiliki tugas khusus diantaranya, bertugas memberikan laporan akun lawan agar di suspend atau dinonaktifkan.

"Bahkan, pelaku mampu, menonaktifkan lebih dari 300 Akun Facebook setiap bulannya," ujar Fadil.

Fadil menjelaskan pelaku yang mahir IT juga sering memberikan tutorial atau pelatihan kepada anggota grup-nya, untuk membuat akun Facebook palsu yang terlihat asli dengan mencuri identitas orang lain.

"Seolah-olah asli dengan mengambil identitas orang lain, E-KTP, SIM, Paspor. Melalui Google agar tidak disuspend," jelas Fadil.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti, dua buah Handphone,yang tersimpan jejak digital sejumlah ujaran kebencian dalam berbagai bentuk. Dan hal tersebut sudah diakui tersangka telah dengan sengaja menyebarkan konten-konten terlarang tersebut.

"Sampai saat ini penyidik masih terus mendalami motif tersangka melakukan kejahatan tersebut," tutup Fadil.

Pelaku diancam dengan Pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau pasal 207 KUHP Penghinaan terhadap Penguasa atau Badan Umum, dengan ancaman enam tahun bui. [rok]

Tags

Komentar

 
x