Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 07:08 WIB
Hightlight News

Gubernur-gubernur Luar Biasa

Oleh : Imam Shamsi Ali* | Sabtu, 3 Maret 2018 | 09:16 WIB

Ahli Politik yang Santri

Sang Hafiz, Gubernur Termuda Negeri Ini

Ahli Politik yang Santri
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Pada diri seorang Anies Baswedan terdapat ragam keunikan. Saya mengenal beliau sejak menjadi ketua senat mahasiswa di UGM. Tulisan-tulisan beliau, kalau tidak salah, di Panjimas ketika itu menjadi bacaan rutin saya. Dan sejak itu pula saya mengagumi beliau sebagai aktifis yang intelektual dan intelektual yang aktifis.

Pertemuan antara saya dengan beliau kemudian terjadi, bahkan berkali-kali, ketika beliau mengambil studi pasca sarjana di Amerika Serikat. Menyelesaikan Master beliau di salah satu universitas di Washington DC dan PhD beliau di Urbana Illinois. Pertemuan-pertemuan itu semakin memperbesar kekaguman saya kepada beliau.

Kalau di masa lalu saya mengagumi beliau karena pemikiran dan analisanya yang tajam dan cerdik, kini kekaguman itu karena kepribadian dan karakter nyata di depan mata. Kecerdikan dan pemikiran seringkali menjadi hambar dan kurang menarik ketika dibarengi oleh karakter busung dada. Anies Baswedan terbentuk oleh ketajaman akal dan hati. Sosok yang digambarkan dan dipuji sebagai “ulul albab” dalam Al-Qur’an.

Sekembali dari Amerika tidaklah mengejutkan jika Anies menempati posisi akademis yang bergengsi. Menjadi rektor Universitas Paramadina di Jakarta. Selanjutnya di masa awal pemerintahan Jokowi, Anies terpilih menjadi salah seorang menterinya. Sayang, kekuatan arus politik internal pemerintahan Jokowi menjadikan beliau diberhentikan.

Kemapanan jiwa dan kedewasaan politiknya menjadikan Anies tidak sama sekali merasa kehilangan dengan pemberhentian itu. Keyakinannya kepada Dia yang mengatur langit dam bumi membawanya kepada kesimpulan bahwa tiada peristiwa yang terjadi, besar atau kecil, kecuali punya makna tersendiri.

Beliau jalani hidup mengikut hempasan ombak taqdir Ilahi. Dan di tengah suasana panas di ibukota itu beliau tampil sebagai alternatif. Kehadiran beliau seolah kiriman kado bagi warga Jakarta yang sudah mulai merasakan kepenatan birokrasi yang kaku dan menyesakkan.

Ketika beliau maju menjadi calon gubernur DKI, tanpa pikir panjang saya pribadi mendukung beliau. Beliau sebenarnya diserang dari dua arah; kiri dan kanan. Oleh arah kanan beliau difitnah sebagai syiah. Dari arah kiri sudah pasti beliau dianggap calon gubernur radikal.

Ternyata ketika Allah telah memutuskan sesuatu tak siapapun yang akan mampu menghalanginya. Beliau terpilih sebagai gubernur untuk semua warga Jakarta. Terpilih dengan hasil di atas rata-rata perkiraan banyak kalangan.

Pasca terpilihnya menjadi gubernur, saya mendapat kehormatan bersilaturrahim dengan beliau di balaikota. Saya sebenarnya tidak ingin mengganggu jadwal beliau. Tapi beliau malah meluangkan waktu bersama kami, selain jumatan juga santap siang bersama.

Saya mengikuti dari dekat langkah-langkah publik beliau. Kebesaran jiwa menghadapi tantangan-tantangan politik menjadikannya semakin dicintai rakyat. Kekuatan iman pula menjadi modal keberanian beliau mengambil kebijakan yang mungkin di mata sebagian kurang populer. Tapi demi agama, DKI dan warganya beliau berani menutup tempat-tempat maksiat.

Mungkin yang paling mengesankan dan membuka mata semua orang adalah ketegasan beliau menentang reklamasi Jakarta. Sebuah proyek besar yang sarat kepentingan dan sangat politis. Tapi yang terpenting tidak berpihak ke rakyat banyak.

Inilah yang menjadikan beliau pastinya dibenci oleh sebagian yang punya kepentingan. Insiden aneh terjadi misalnya di lapangan Bung Karno beberapa waktu lalu. Seorang gubernur, tuan rumah, pemenang pula, tidak perkenankan mendampingi Presiden RI menyerahkan piala di panggung. Hal kecil, tapi dengannya Allah buka tabir kebencian itu.

Doa saya untuk pak Gubernur, semoga dikuatkan, dijaga dan dimudahkan dalam menjalankan amanah warga Jakarta. Maju kotanya, bahagia warganya. Keberhasilan beliau dalam beberapa bulan saja, menjadikan ada pihak-pihak yang dag dig dug...khawatir, dan mungkin merasa terancam.

Akhirnya, pemimpin masa depan bangsa dan negara ini memang masanya dari kalangan muda, cerdik, berwawasan dan visioner, dan tak kalah pentingnya memiliki kepedulian kepada nilai-nilai agama dan moralitas. Dan saya sangat yakin, tiga gubernur yang luar biasa ini menjadi harapan kita semua. Amin!

* Presiden Nusantara Foundation dan Imam Besar Masjid New York

1 2 3

Komentar

Embed Widget
x