Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Juni 2018 | 23:53 WIB
Hightlight News

Gubernur-gubernur Luar Biasa

Oleh : Imam Shamsi Ali* | Sabtu, 3 Maret 2018 | 09:16 WIB

Sang Hafiz, Gubernur Termuda Negeri Ini

Gubernur yang Ustadz, Ustadz yang Gubernur

Ahli Politik yang Santri

Sang Hafiz, Gubernur Termuda Negeri Ini
Gubernur NTB, TGB (Tuan Guru Bajang)

Saya sudah cukup lama mendengar nama beliau. Bahkan sejak mengenal beliau, baik melalui tulisan atau berita di luar alam sadar saya menumbuhkan kekaguman tersendiri.

Betapa tidak, TGB (Tuan Guru Bajang), demikian beliau digelari, adalah sosok yang multi-dimensi yang membanggakan. Konon juga arti Tuan Guru Bajang itu berarti Tuan Guru Muda. Sebuah penyebutan atau gelar yang memang sesuai dengan realitanya. Beliau muda tapi tidak diragukan lagi akan keilmuan beliau dalam agama. Dan ini menjadikan beliau berada pada posisi Tuan guru.

Sebagaimana Gubernur Jawa Barat, TGB yang terpilih sebagai gubernur NTB di saat usia sangat muda menjadikannya tercatat di MURI sebagai gubernur termuda di Indonesia ketika itu.

Bagi saya pribadi, jabatan adalah karunia yang Allah berikan kepada siapa yang dipilihnya. “Engkau memberi kerajaan siapa yang Engkau kehendaki”. Dan karenanya posisi beliau sebagai gubernur bukan penilaian pertama dan terutama.

Bagi saya, justru yang paling menarik adalah bagaimana beliau merupakan personifikasi antara seorang ulama dan umara. Kepemimpinan beliau sangat diilhami oleh jiwa keulamaan. Dan keulamaan beliau terpantul dalam gaya kepemimpinan beliau.

Sosok Gubernur NTB ini sesungguhnya merupakan jawaban terhadap asumsi bahwa agama ketika bersentuhan dengan politik menumbuhkan kediktatoran dalam dua sisi. Kediktatoran politik dan kediktatoran pemikiran.

Ternyata TGB membuktikan bahwa seorang politisi yang beragama akan lebih hebat dan bertanggung jawab. Karena pertanggung jawabannya tidak saja karena alasan demokrasi kepada rakyat. Tapi yang terpenting adalah pertanggung jawaban imani kepada Pencipta alam semesta. 

Kepribadian yang tak banyak bicara menggambarkan kedalaman ilmu beliau. Sosok intelektual yang “cool” (menarik), luas, rasional di satu sisi. Tapi sangat tegas dalam memegang kebenaran di sisi lain. Semua itu dibalut oleh keindahan karakter dan komunikasi yang lembut.

Ketegasan atas kebenaran dan kejujuran itu menjadikan beliau dengan terbuka mengeritik kebijakan pemerintah pusat, khususnya kementerian yang terkait dengan perdagangan dan pertanian, di hadapan presiden negeri ini. Akan tetapi kritikan tajam dan terbuka itu tidak menyakitkan telinga pendengar, tidak juga menjadikan hati manusia mengerang. Karena sekali lagi disampaikan dalam bahasa yang santun, dan dari hati yang ikhlas “lillah” demi kepentingan rakyat.

Bulan Desember lalu Tuan Guru Bajang hadir di Amerika untuk menjadi pembicara di Muktamar IMSA (Indonesian Muslim Society in America). Kehadirannya diterima dengan kegembiraan dan kebahagiaan oleh muktamirin. Maklum, beliau seorang ulama besar, pemegang gelar Doktor di bidang ilmu Al-Quran.

Tapi tidak kalah pentingnya beliau banyak disebut sebagai wajah pemimpin bangsa ke depan. Apapun tafsiran kata “pemimpin” itu, hanya Allah yang akan membuktikannya. Beliau bukan tipe orang ambisius. Tapi beliau juga bukan tipe orang yang akan melarikan diri dari tanggung jawab itu.

Hanya doa yang kupanjatkan semoga sang gubernur yang tahun ini mengakhiri tugas dua term akan memasuki babak baru dalam tugas dan perjuangannya. Apapun itu, semoga Allah memberikan kemuliaan yang lebih tinggi kepada beliau. Amin!

1 2 3

0 Komentar

Kirim Komentar


Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget
x