Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Juni 2018 | 23:52 WIB
Hightlight News

Gubernur-gubernur Luar Biasa

Oleh : Imam Shamsi Ali* | Sabtu, 3 Maret 2018 | 09:16 WIB

Gubernur yang Ustadz, Ustadz yang Gubernur

Sang Hafiz, Gubernur Termuda Negeri Ini

Gubernur yang Ustadz, Ustadz yang Gubernur
Gubernur Jawa Barat, Al-Ustadz Dr. Ahmad Herawan

Saya pertama kali menginjakkan kaki di Bandung saat masih duduk di bangku kelas 2 SMU (kelas 5 pondok pesantren). Ketika itu saya mewakili Sul-Sel pada kejuaraan silat nasional di Unisba tahun 1986. Saya sempat merebut juara dua kejuaraan nasional Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) ketika itu.

Memori masa itu terulang ketika tiga empat tahun lalu saya mendapat kesempatan berkunjung kembali ke kota bunga itu. Sebuah kunjungan yang istimewa karena salah satunya dberikan penghargaan menyampaikan sharing pengalaman dakwah di Amerika di masjid gubernuran, Gedung Sate.

Sebelum itu kami diterima Gubernur Jawa Barat, Al-Ustadz Dr. Ahmad Herawan. Gubernur yang lebih nyaman disapa dengan Kang Aher ini menerima kami dengan penuh keramahan dan persahabatan. Ikatan hati yang dihiasi keindahan iman itu begitu kuat, sehingga seolah kami sudah sangat lama saling kenal dan bersahabat.

Tulisan ini tidak akan mampu mendeskripsikan siapa beliau. Terlalu naif, dan rasanya zholim, jika tulisan sesingkat ini diakui mewakili karakteristik Kang Aher. Beliau adalah sosok yang luar biasa dalam kehidupan yang biasa. Beliau istimewa dalam kesederhanaan. Mungkin jika ketemu dan belum mengenal sebelumnya, akan ada yang kurang percaya kalau beliau seorang pejabat.

Ketawadhuan, kesederhanaan, keramahan, keterbukaan, semuanya menjadi penghias intelektualitas yang terbangun di atas fondasi religiositas yang tinggi. Dalam masa sekitar 2-3 tahun ini setiap kali saya hadir di kota Bandung, beliau selalu mengacarakan kuliah subuh bagi jamaah gubernuran.

Yang menarik adalah ketika sang gubernur menyampaikan ceramah, pasti mengalir bagaikan air segar dari mulut beliau ayat-ayat dan hadits. Juga penguasaan beliau tentang sejarah peradaban dunia sangat luas. Dibarengi pula oleh soliditas intelektualitas yang mumpuni. Hal ini menjadikan beliau lebih nampak sebagai da’i ketimbang seorang gubernur yang berhasil.

Walhasil, bagi beliau posisi sebagai gubernur bukan tujuan. Tapi sebagaimana motto hidup seorang aktifis: “nahnu du’aat qabla kulli syae” (kita adalah da’i-da’i dalam segala hal). Maka jabatan bagi seorang Kang Aher adalah hanya satu dari seribu jembatan menuju kemenangan itu.

Satu hal yang istimewa bahwa setiap kali saya ingin mampir ke Jawa Barat, saya langsung mengomunikasikan dengan beliau. Seingat saya beliau selalu saja memberikan jawaban positif: “baik ustadz. Akan saya sesuaikan jadwalnya”.

Beberapa hari lalu saya kembali diberikan kesempatan untuk bersilaturrahim dengan beliau. Kunjungan saya kali ini membawa misi besar bagi kelangsungan dakwah di Amerika Serikat. Yaitu membangun pondok pesantren pertama di Amerika Serikat. Beliau menyambut sangat positif, bahkan tanpa pikir panjang mengambil bahagian penting dari perjuangan itu.

Terima kasih Kang Aher. Terima kasih Jawa Barat. Semoga Kang Aher dan Jawa Barat diberikan kemuliaan yang lebih tinggi lagi, dunia dan akhirat. Amin!

1 2 3

0 Komentar

Kirim Komentar


Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget
x