Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 September 2018 | 15:06 WIB

Marak Adu Domba dan Narkoba, Bamsoet Galau

Oleh : Abdullah Mubarok | Rabu, 28 Februari 2018 | 19:40 WIB

Berita Terkait

Marak Adu Domba dan Narkoba, Bamsoet Galau
Ketua DPR Bambang Soesatyo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Banjarnegara - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengungkapkan kegalauannya terhadap beberapa permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini.Ia mengaku galau melihat maraknya upaya adu domba antarumat beragama dan peredaran narkoba.

"Terus terang saya galau melihat beberapa persoalan bangsa ini. Pertama, mengenai masalah adu domba antar-umat beragama. Kedua, masalah peredaran Narkoba," ujar Bamsoet dalam acara Reses Ketua DPR di Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (28/2/2018).

Bamsoet mengatakan, pada tahun politik saat ini makin banyak pihak yang tidak senang dengan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mencoba mengobok-obok kerukunan umat beragama.

Salah satu cara yang digunakan adalah melakukan perusakan atas rumah ibadah dan penyerangan terhadap tokoh agama.

"Negara tidak boleh diam terhadap semua upaya yang berusaha memecah belah keutuhan NKRI dan mengadu domba antar-umat beragama. Negara harus hadir untuk menjaga dan melindungi seluruh warga negara Indonesia," katanya.

Mantan ketua Komisi III DPR RI itu juga menyoroti peredaran narkoba di Indonesia yang makin masif. Berdasar informasi yang diterima Badan Narkotika Nasional (BNN) dari intelijen Tiongkok, ada sekitar 5 ton sabu-sabu senilai Rp 10 triliun menuju perairan Indonesia.

Tangkapan pertama aparat adalah 1 ton sabu-sabu di Batam, Kepulauan Riau. Tangkapan kedua berupa 1,6 ton juga di Batam.

Sedangkan pada tangkapan ketiga terdapat sekitar 3 ton sabu-sabu di perairan Kepri. Semua sabu-sabu itu dibawa oleh kapal berbendera asing dan hendak diselundupkan ke Indonesia.

Bamsoet menambahkan, berdasar info yang dikantongi BNN, masih ada sekitar 600 ton bahan baku sabu-sabu berkualitas tinggi senilai Rp 1.200 triliun atau hampir setengah dari total ABPN siap memasuki Indonesia.

"Pantauan terakhir ada disekitar perairan Timor Leste yang kemudian hilang dari pantauan satelit. TNI, Polri, BNN dan Bea Cukai harus tetap waspada," tandasnya.

Komentar

x