Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 06:28 WIB

Polri Kejar Muslim Cyber Army di Korea Selatan

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 28 Februari 2018 | 11:59 WIB
Polri Kejar Muslim Cyber Army di Korea Selatan
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Bareskrim Polri baru saja mengungkap kelompok Muslim Cyber Army (MCA) dengan total tersangka 14 orang. Saat ini polisi sedang berupaya menangkap salah seorang lagi tersangka yang berada di luar negeri.

"Tim sudah bergerak juga melakukan pengembangan. Ada satu tersangka yang sudah kita kejar, (keberadaan tersangka) tidak di Indonesia," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal, kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/2/2018).

Menurut informasi, tersangka yang dimaksud berada di Korea Selatan. Iqbal pun membenarkan informasi tersebut. "Benar, salah satu (tersangka)-nya (berada di Korea Selatan)," ucap Iqbal.

Iqbal mengatakan kelompok MCA ini ditindak karena menyebar ujaran kebencian dengan nada SARA, berita bohong (hoax) dan isu profokatif seperti penculikan ulama. Kelompok yang tergabung dalam grup WhatsApp 'The Family MCA' ini juga mengirimkan virus ke pihak yang mereka anggap lawan.

"Handphone kita bisa rusak," ujar Iqbal.

Dia mengatakan penindakan terhadap kelompok MCA ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya di momen tahun politik.

"Ini semua adalah upaya harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat) agar keamanan dan ketertiban masyarakat di republik ini stabil, apalagi menjelang tahun politik," terang dia.

Polri berkomitmen mengungkap tuntas aktor intelektual di balik kegiatan MCA. "Kami akan mengejar siapapun yang ada di belakang ini," tegas Iqbal.


Keenam anggota MCA tersebut yakni ML (39) seorang karyawan yang ditangkap di Jakarta, RS (38) seorang karyawan yang ditangkap di Bali, RC yang ditangkap di Palu, dan Yus yang ditangkap di Sumedang, RSD (34) ditangkap di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Sementara itu, pelaku lain yang ditangkap di Yogyakarta masih didata di Bareskrim.

Para pelaku diancam dengan pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan/atau pasal Jo pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau pasal 33 UU ITE. [rok]

Komentar

x