Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 12:12 WIB

Kasus Bakamla, Sejumlah Politisi Masuk Radar KPK

Oleh : Ivan Setyadi | Selasa, 27 Februari 2018 | 18:00 WIB
Kasus Bakamla, Sejumlah Politisi Masuk Radar KPK
Juru Bicara KPK FFebr Diansyah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menelusuri proses pembahasan anggaran proyek pengadaan satelit monitoring pada Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Sejumlah anggota DPR yang bertugas membahas anggaran satelit monitoring di Gedung dewan, bakal diperiksa.

"Karena kita masuk pada proses pembahasan anggaran, pengembangannya ya dengan menetapkan satu tersangka, maka tentu orang-orang yang mengetahui itu kita panggil, baik itu dari Bakamla atau dari DPR," kata Juru Bicara KPK FFebr Diansyah, Selasa (27/2/2018).

Satu orang tersangka dari kalangan legislatif yang dimaksud Febri, adalah Politisi Golkar Fayakhun Andriadi.

Sejumlah nama politisi elit juga pernah disebut dalam persidangan. Namun soal itu, Febri tak mau buru-buru menyimpulkan.

"Fakta sidang kita pelajari dan disidang itu kan ada banyak saksi, ada keterangan tersangka, ada keterangan mantan terpidana juga, nanti kita akan lihat kesesuai satu dengan lain. Kita harus cek juga dengan keterangan-keterangan yang lain," tutur Febri.

Sebelumnya sempat terungkap dalam persidangan mengenai nama-nama anggota DPR yang disebut terlibat dan menerima suap terkait proyek pengadaan alat satmon pada Bakamla.

Di antara para politikus yang disebut itu yakni, Politikus PDI Perjuangan, TB. Hasanuddin dan Eva Sundari; Politikus Golkar, Fayakhun Andriadi; serta dua Politikus NasDem, Bertus Merlas dan Donny Priambodo.

Soal dugaan keterlibatan sejumlah anggota DPR sebelumnya terungkap saat Direktur PT Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Darmawansyah bersaksi untuk terdakwa mantan pejabat Bakamla, Nofel Hasan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, beberapa waktu lalu.

Fahmi dalam kesaksiannya mengakui pernah memberikan uang sebesar Rp24 miliar atau enam persen dari nilai total proyek alat satmon Bakamla sebesar Rp400 miliar kepada Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi. Uang tersebut diduga telah disalurkan Ali Fahmi kepada sejumlah anggota DPR untuk meloloskan anggaran proyek Bakamla ini. [jat]

Tags

Komentar

x