Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 09:25 WIB
 

Dindik Jember Sesuaikan Kenaikan Gaji Guru Honorer

Oleh : - | Senin, 26 Februari 2018 | 17:00 WIB
Dindik Jember Sesuaikan Kenaikan Gaji Guru Honorer
(Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Jember - Aspirasi DPRD Jember, Jawa Timur untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) tahun ini mencapai kesepakatan dengan Bupati Faida.

Kesepakatan antara Bupati Jember dengan pimpinan Dewan dan disaksikan perwakilan Pemerintah Provinsi dan Komisi A DPRD Provinsi pekan lalu. Kini tinggal Pemerintah Kabupaten Jember merealisasikannya.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Miftahul Ulum mengatakan, kesepakatan peningkatan kesejahteraan GTT itu sudah tertulis di notulensi rapat. "Nominal (gaji) maksimalnya Rp 1,4 juta per orang," kata Miftahul di Jember, Senin (26/2/2018).

Ia menambahkan, ertemuan tersebut merupakan mediasi penyelesaian Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang menjadi dasar pembahasan APBD 2018.

Hingga saat ini Kabupaten Jember satu-satunya kabupaten yang belum memiliki APBD 2018 di Jatim. Hal ini dibenarkan Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi, usai rapat paripurna penandatanganan bersama KUA-PPAS di gedung DPRD Jember, Senin (26/2/2018).

"Perjuangan kami sudah maksimal. Dengan melihat masa pengabdiannya, guru honorer bisa mendapat insentif Rp 1,4 juta. Resumenya kami pegang. Berita acaranya (hasil pertemuan mediasi tersebut) ditandatangani bersama pimpinan DPRD, bupati dan Asisten I. Angka itu keluar (tertera) Rp 1,4 juta. Bagaimana caranya (agar GTT bisa memperoleh insentif sesuai kesepakatan) itu menjadi ranah kewenangan bupati," tuturnya.

Salah satu caranya, menurut Ayub, bisa melalui perubahan peraturan bupati soal pendidikan gratis. "Kalau dulu 15 persen (dari dana PPG yang diberikan ke sekolah diperuntukkan insentif guru honorer), bisa saja dinaikkan 40 persen. Yang penting nilainya bisa tembus Rp 1,4 juta untuk GTT untuk yang sudah mengabdi lama," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Faida mengatakan, insentif untuk GTT akan dilakukan berdasarkan data. Ia mengakui saat ini tak memiliki masalah dari segi kekurangan anggaran.

"Kami mau utamanya keadilan. Orang yang baru masuk dengan yang sudah 25 tahun jadi honorer tidak boleh sama. Kami sedang upayakan dengan gradasi honorer. Kalau dihitung rata-rata 15 persen dana BOS plus 25 persen anggaran dari pendidikan gratis, kalau dibuat rata-rata dari data yang sudah diusulkan, kalau (GTT) SD bisa Rp 1,050 juta, kalau SMP Rp 1,2 juta," paparnya.

Ia menjelaskan, saat ini masih ada anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk GTT dan PTT (Pegawai Tidak Tetap) di Dinas Pendidikan Jember. Adapun alokasi APBD Jember untuk pendidikan mencapai 31 persen. [berita jatim]

Komentar

x