Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 September 2018 | 16:48 WIB

Komikus Jepang Penghina Jokowi juga Lecehkan Islam

Oleh : Tatzuar Amir | Senin, 26 Februari 2018 | 14:47 WIB

Berita Terkait

Komikus Jepang Penghina Jokowi juga Lecehkan Islam
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Onan Hiroshi, komikus Jepang yang dianggap menghina Presiden Jokowi, ternyata juga pernah membuat komik strip satir tentang Islam.

Onan Hiroshi mengunggah berbagai komik strip satirnya itu melalui akun Facebook dan Twitter-nya yang kini telah dihapus tersebut.
Setelah mendapatkan banyak kecaman atas komik stripnya yang mengkritik proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung, dia memang memutuskan untuk menghapus akun media sosialnya.

Namun, beberapa warganet sudah terlebih dahulu mengunduh dan menyimpan berbagai komik hasil ciptaanya. Di antaranya ada yang menyinggung Islam.

Di salah satu komik yang diunggah kembali oleh akun Facebook @Hariadhi, misalnya. Onan Hiroshi pernah mengilustrasikan seorang perempuan berhijab melantangkan lafaz, 'God is Eternal. God is Infinity, dengan pelantang suara.

Sementara di dekat karakter perempuan itu, terlihat dua orang lelaki berpakaian serba putih dan memakai kopiah putih, sedang mengumpulkan air dari sebuah sumur yang diduga adalah sumur zam-zam.

Tampak salah satu karakter pria itu memegang perut dan memperlihatkan ekspresi kesakitan. Hiroshi pun memperlihatkan hubungan antara sumur air itu dengan sebuah toilet, mengimplikasikan bahwa air sumur tersebut berasal dari air toilet.

Tidak hanya itu, Hiroshi pun pernah membuat sebuah komik yang mengilustrasikan hukuman cambuk dalam syariat Islam, di mana seorang pria yang mengenakan penutup kepala dan wajah menerapkan hukuman cambuk yang disaksikan oleh banyak orang yang mengabadikan kejadian itu lewat telepon pintar mereka.

Lalu Hiroshi pun juga pernah membuat sebuah komik yang mengilustrasikan perbandingan antar Thailand dan Indonesia dalam memperlakukan waria dan kaum transgender.

Hiroshi menggambarkan di Thailand, waria dan kaum transgender mendapat tempat di masyarakat. Bahkan polisi pun mengabadikan mereka melalui ponsel.

Sementara di Indonesia, terlihat dua orang berseragam polisi mencukur rambut dua orang waria, mengacu pada peristiwa serupa yang baru-baru ini terjadi Aceh.[jat]

Komentar

x