Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 07:06 WIB

Kerugian Banjir Bandang di Bojonegoro Rp597 Juta

Sabtu, 24 Februari 2018 | 10:13 WIB

Berita Terkait

Kerugian Banjir Bandang di Bojonegoro Rp597 Juta
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Bojonegoro - Banjir bandang yang menerjang beberapa daerah di Kabupaten Bojonegoro dua hari lalu mengakibatkan kerugian hingga Rp597 juta. Banjir bandang akibat hujan deras itu menerjang 28 desa di 6 kecamatan.

"Total kerugian material akibat banjir bandang mencapai Rp597 juta," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo, Jumat (23/2/2018).

Banjir bandang menerjang sebagian besar wilayah Bojonegoro bagian selatan. Seperti Desa Sumberarum dan Desa Kunci Kecamatan Dander. Di kawasan tersebut banjir merendam 770 rumah. Ketinggian air mencapai 40 hingga 60 centimeter (cm).

Banjir bandang di Kecamatan Temayang terjadi di 7 desa. Dengan rincian 123 KK terdampak di Desa Kedungsumber, 2 KK di Desa Soko dan 30 hektar areal tanaman padi dengan kerugian mencapai Rp440 juta. Sedangkan Desa Jono terdapat 37 KK terdampak dan 12 hektar tanaman padi rusak dengan kerugian mencapai Rp39 juta.

Desa Pancur 73 warga rumahnya tergenang dan 5 hektar tanaman padi rusak dengan kerugian Rp65 juta. Desa Ngujung 3 rumah warga tergenang, 37 KK di Desa Buntalan dengan kerugian mencapai Rp33,3 juta. Sementara di Desa Papringan banjir menggenangi 20 rumah warga dengan kerugian materi Rp20 juta.

Untuk Kecamatan Balen banjir menerjang empat desa, yakni di Ngadiluhur banjir menggenangi 61 rumah warga. Kemudian 49 KK di Desa Kabunan, 442 KK tergenang di Desa Sidobandung dan 3 KK di Desa Sobontoro. Banjir merendam dengan ketinggian 10 sampai 70 cm.

Di Kecamatan Bubulan tepatnya di 57 warga di Desa Ngorogunung dan 114 KK di Desa Sumberbendo. Sedangkan Kecamatan Sukosewu luapan Sungai Pacal merendam pemukiman dan areal tanaman padi milik warga yakni 167 KK dan 50 hektar tanaman padi di Desa Semawot, 138 KK dan 60 hektar tanaman padi Desa Kalicilik, 463 KK dan 60 hektar tanaman padi di Desa Sukosewu.

Sementara 154 KK dan 100 hektar padi di Desa Klepek juga terendam, kemudian 233 KK dan 25 hektar tanaman padi di Desa Sidodadi, 200 KK dan 10 hektar areal persawahan di Desa Jumput, serta 458 KK dan 40 hektar padi di Desa Semenkidul.

Andik menambahkan, Desa Tegalkodo dan Desa Duyungan, banjir bandang merendam masing-masing 20 dan 110 hektar tanaman padi. "Untuk Kecamatan Kapas banjir terjadi di Desa Kapas dan Kedaton. Ketinggian air antara 20 sampai 50 cm," pungkas Andik. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x