Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 16:24 WIB
 

Pemerintah Diminta tak Jemput Paksa Habib Rizieq

Oleh : Agus Irawan | Selasa, 20 Februari 2018 | 17:17 WIB
Pemerintah Diminta tak Jemput Paksa Habib Rizieq
Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif meminta agar pemerintah tidak melakukan penjemputan paksa Habib Rizieq Shihab (HRS) saat sampai ke tanah air, karena massa akan membela HRS.

"Kalau ada penjemputan paksa terhadap HRS, maka kita akan ajak umat Islam ambil paksa HRS, karena ada jalan damai dan negoisasi yang harus di dahului," kata Slamet di kantor DDII Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018).

Dia mengungkapkan pemerintah memiliki waktu terkait keamanan kepulangan HRS dan massa umat Islam telah bergerak menjemput Imam Besar tersebut ke Jakarta.

Ia berharap pemerintah bersikap baik dengan HRS dan berhenti melakukan kriminalisasi ulama.

"Tunjukkan keadilan dan memberikan rasa aman," tegasnya.

Panitia Penyambutan Imam besar 212 Habib Rizieq Shihab melakukan serangkaian kegiatan penjemputan di Bandara Soekarno- Hatta Tangerang, Banten. Salah satu rangkaian kegiatan dipusatkan di Masjid Baitul Amal Cengkareng, Jakarta Barat.

Sebelumnya, Wakil Ketua Panitia Penyambutan Imam besar HRS 212 Nur Sukma menyampaikan, sudah merencanakan langsung penyambutan di bandara namun karena antusias yang cukup besar dilakukan serangkaian kegiatan salah satunya tabligh akbar.

"Langkah melalui acara tabligh akbar dan istiqosah ini diharapkan agar rencana kepulangan beliau benar-benar terealisasi," kata Nur di kantor DDII, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018).

Selain itu, kata dia, penyambutan ini dilatar belakangi seluruh umat Islam Indonesia yang dijabarkan saat Munas Alumni Persaudaraan 212 yang salah satunya kesepakatan keinginan HRS pulang tanggal 21 Februari telah digulirkan.[jat]

Komentar

 
x